Klarifikasi isu penyerangan KH Mujtaba Mustsyar NU Pasuruan.



Foto Kh Mujtaba Abdusshomad
Islampers.com, Pasuruan


Suasana Podok Pesantren (Ponpes) Al-Hidayah Sukorejo mendadak heboh, Jum'at (23/2/2018) siang.
Pengasuh Ponpes ini, KH Mujtaba Abdusshomad nyaris celaka.

Jagad maya kembali di hebohkan dengan isu penyerangan seorang Ulama sekaligus Mustasyar NU Pasuruan, isu ini mencuat lantaran ada brodchas yang beredar dari menantu KH Mujtaba Habib Mahdi Al-Kherej.

Kabar datangnya dari habib MAhdi Alkheret Sukorejo Pasuruan (Mantu korban)

Barusan sblm jumuah
KH MUJTABA
Mustasyar NU dan Syuriyah PKB Kab Pasuruan, dipukul orang gila masuk ke kamar KH MUJTABA, beliau sebelumnya dalam keadaan sakit habis operasi
Pelaku yang berpura2 gila sudah ditangani polisi. (Begitulah isi brodchas yang beredar)

Namun setelah Islampers.com telusuri kebenarannya, ternyata hanya salah paham.

Beredar klarifikasi kronologis kejadiannya dari Alumni Al-Hidayah.

Jika ada berita terkait insiden KH. MUJTABA Abdusshomad

INI SEBENARNYA Informasi sementara tentang K.H Mujtaba AS...

Insiden kecil...cak selamet adik dari cak mail bengkel sepeda ontel/pancal, orangnya memang kurang waras, masih ada hubungan kedekatan famili / tetangga sehingga yai Tabah sangat mengenal pelaku ini.

Dia masuk ke ruang tamu yai, oleh yai ditawari uang akan diambilkan justru tangan yai ditarik berakibat yai jatuh dari tempat tidur istirahat.

Jadi ini insiden biasa yang terjadi pada saat situasi banyak informasi kiyai diteror orang gila.

Hanya saja berhubung yai sedang dalam masa perawatan pasca operasi, inilah masalah tersendiri. Nanti sore yai akan berangkat ke Rumah Sakit untuk memeriksakan bagian yang sakit pasca operasi itu, karena yai khawatir ada gangguan pada bagian yang habis dioperasi karena jatuh.

Untuk kasus ini sementara masih belum ada indikasi yang mengarah pada urusan teror seperti yang berkembang di daerah2 lain akhir2 ini.

Mohon dijelaskan kepada masyarakat jika ada informasi tentang insiden yai. Inilah sebenarnya yang terjadi.

Mohon do'a semoga yai baik2 saja, juga sakit yang pasca Operasi tidak terjadi sesuatu yang fatal.

Penangung jawab tulisan ini: Khoirul Abadi, alumni alhidayah tahun 1991.

Islampers.com/zs
Advertisement

No comments

Silahakan berkomentar sesuai artikel