Header Ads

Klarifikasi Resmi Syarifuddin Santri Ndeso tentang Sholawat merah putih

IslamPers.com-Bekasi
Assalamu alaikum warahmatullahi wabarokatuh
Salam kerinduan dan kasih sayang untuk kita semua

Bahwa apa yang sudah kami lakukan membuat video yang telah viral dan ada yang memberi judul SHOLAWAT MERAH PUTIH  adalah bentuk kreasi sekaligus tandingan setelah melihat ada video yang melantunkan sholawat dengan cara
1- bertempat di seperti kuburan yangg ada nampak terlihat beberapa benda berupa keris dsb nya
2- mengelilingi dengan cara berputar mirip orang thowaf
2-melantunkan sholawat dengan lafadz kurang lebih
Shollallohu ala pancasila..  Indonesia.. Nusantara..
Menurut kami hal tersebut di lakukan tidak lumrah dan bisa jadi itu salah.
Kemudian kami mencari tau dalil ke absahan tentang bacaan sholawat selain untuk Rasululloh Saw dari beberapa kitab
Dan memang ada perbedaan pendapat ada yang haram dengan illat dan ada juga khilaful aula.
menurut pemahaman kami yang masih perlu ngaji dan mengkaji tentang keindahan dan kegungan sholawat berpendapat bahwa berdoa dengan menggunakan lafadz sholawat kepada selain Rasul adalah boleh ,
Karena sebagaimana contoh lafadz shollallahu ala merah putih adalah bermakna "ya Allah berikan Rahmat MU kepada merah putih" 
Dan shollallohu ala jokowi bermakna "ya Allah berikan Rahmat MU untuk presiden jokowi" 
Adapun sholawat merah putih yg kami buat berbeda dengan sholawat pancasila
Perbedaan nya adalah :
1- tidak bertempat di kuburan dan tanpa ada aksesoris seperti keris dsb nya
2- tidak berputar seperti orang melakukan thowaf
3- bacaan sholawat di awali dengan membaca ayat al Qur'an baru kemudian melantunkan shollallohu ala merah putih...  Ala nahdlatul ulama, Ala Banser, Ala jokowi dan di sempurnakan dengan Ya Nabi Salam Alaika Ya Rasul salam alaika Ya habib salam alaika sholawatulloh alaika.

Sehingga sementara kami meyakini bahwa sholawat merah putih adalah benar / boleh.
Video kami buat dan di upload di facebook kemudian viral mendapat pro dan kontra.
Sampai kemudian kami diminta untuk mediasi dengan tokoh agama dan ormas yang di mediasi oleh polres tegal.
Mediasi berjalan kondusif dan berakhir dengan membuat peryataan permohonan maaf pada hari jumat 9 - 3 - 2018 (pagi)
Setelah acara tersebut pro kontra masih tetap berlanjut sehingga untuk menenangkan situasi kebatinan kami, lalu kami sowan kepada guru kami Mawlana Al habib Lutfi bin Yahya pekalongan .

Banyak nasehat dan wejangan dari beliau yang penuh kelembutan dan kearifan sehingga ada diantara kami yang meneteskan air mata saking adem nya nembus ke jiwa (maaf tak bisa di tulis secara utuh)

Kesimpulan dari dawuh habib Lutfi bahwa pengalaman yang terjadi adalah menjadi pembelajaran bersama untuk ke depan lebih baik dan jangan malu dan takut untuk minta maaf ketika di anggap salah...
Adapun kalimat mawlana Habib Lutfi ketika menyapa kami dg kalimat "ah kalah,, payah" adalah kalimat sanepo/satir yang tidak bisa di terjemahkan secara pasti,  kemungkinan saja beliau mengharapkan agar kami selalu waspada dan berhati-hati ketika berbuat jangan gegabah yang menyebabkan menjadi kalah..
Lalu kami di doakan oleh beliau selalu kuat menghadapi segala ujian dan juga ijazah khusus.
Demikian kronologi singkat tentang sholawat merah putih dan presiden jokowi.
Semoga bisa untuk di pahami dan kami mengajak kepada siapapun untuk tetap mau mengaji dan mengkaji ilmu  sholawat untuk bisa menjadi Rahmat bagi semesta.


Syarifudin Santri Ndeso tegal
Advertisement

Tidak ada komentar

Silahakan berkomentar sesuai artikel