Statmen UAS Menuai Protes, Mahasiswa Univ Syaikh Ahmad Kaftaru Suriah Angkat Bicara

Foto Tentara Suriah

Islampers.com - Suriah
Setelah UAS Membuat Statemen ngawur, Akhirnya Mahasiswa Suriah Angkat Bicara.

Berikut hasil wawancara Redaksi Islampers dengan salah satu Mahasiswa (Universitas Syaikh Ahmad Kaftaru) MA Mahrus asal Indonesia yang saat ini kuliah di sana. Kamis (08/03/2018)

Setelah lama menahan diri, teman-teman mahasiswa disini pada ngamuk.
Mereka menghujani medsos dengan info seputar Suriah baik melalui akun PPI ataupun pribadi

Kita akan lihat, apakah dia (UAS) itu pencari kebenaran yang salah dalam mendapatkan informasi atukah tetap bersikukuh dengan pendapatnya padahal sudah mendapat informasi yg nyata?

Mahasiswa ini mengaku, dulu memang pergerakan mahasiswa disana terbatas, karena situasi dan kondisi saat itu belum aman, jadi media di indonesia bebas menyebarkan hoax (berita bohong) tentang suriah, tapi sekarang setelah Aleppo berhasil direbut Pemerintah, kami disini merasa jauh lebih aman.

“Cuma dulu kita tidak bisa ngamuk karena kondisi keamanan yang tidak memungkinkan.
Kita tidak bisa membedakan yang pro dan kontra. Sekarang, yang dulu kontra pun mulai sadar bahwa mereka hanya diperalat oleh pihak-pihak luar untuk menghancurkan negeri kami.” Ungkapnya.

“Nanti kita kontak teman-teman AL-SYAMI untuk mendokumentasikan proses tabayun secara rapih”. Imbuhnya.

Menurutnya yang punya andil besar untuk ngomporin masyarakat di tanah air itu lembaga-lembaga pengumpul bantuan. Kemarin +++ mngeluh dan minta PPI jadi mitra mereka dalam menyalurkan bantuan ke penduduk east ghouta setelah mereka tidak punya akses lagi ke sana”.

Waktu diskusi maya yang di gelar PPI Dunia, PPI Turki, PPI Suriah dan salah satu NGO pengumpul dana bantuan ke Suriah pada hari Minggu kemarin, saya tantang NGO tersebut untuk bisa memasukkan bantuan ke east ghouta. Saya bilang, satu-satunya akses masuk ke east ghouta hanya terowongan di Barzeh yang berbatasan langsung Damascus. Terowongan itu sengaja dibiarkn pemerintah sebagai lalu lintas distribusi kebutuhan pokok ke east ghouta. Tapi ketika operasi militer dilakukan, terowongan itu ditutup. Sebagai pengganti, disediakan jalur aman untuk penduduk sipil agar bisa keluar dari East Ghouta. (Tambahnya)

Yang dikhawatirkan, karena tidak ada akses ke east ghouta, bantuan itu disalurkan ke idlib.

Kondisi ghouta sendiri bagaimana sekarang?, sepertinya bakal jadi Aleppo kedua.

Masyarakat di sana sudah mulai berani mendemo para milisi. Kemarin di beberapa titik, mereka mulai mengibarkan bendera suriah.
Jalur aman (jalur mukhayyam al-wafidin) utk penduduk ghouta yg mau keluar msh trs dibuka. Tempat pengungsian, makanana dan obat2an dsediakan scra gratis oleh pemerintah..
Tawaran pemrintah kpda para milisi untuk mnyerah juga masih tetap berlaku dengan russia sebagai penjamin.

Apakah Milisi2 yag berada di ghouta berasal dari kelompoknya Zahran alusy?

Disana ada kelompok Jaisy al-islam, milisinya zahran allusy dan sekarang dipimpin oleh al-buwaidhani. Mereka bermarkas di Duma.
Yang kedua, ada failaq al-rahman. Mereka berada di sekitar Saqba.
Kemudia ada Nushra, mrk berada di Jobar, harasta, ain tarma, Kafer batna dan skitarnya

Yang jadi pertanyaan, bagaimana milisi-milisi ini dapat menyelundupkan senjata padahal ghouta sejak lama terkepung?

Itu yang jadi pertanyaan kita semua, kemungkinan lewat terowongan bawah tanah atau langsung lewat udara (mungkin??). Karena mayoritas mereka cukup update juga soal senjta. Roket anti tank mereka saja made in America

Daerah ghouta itu tmpt rekreasi murah kita. Apalagi pas musim semi. Bunga2 liarnya benar2 subhanallah... MAFI MINNUU. (Pungkasnya)

Alhamdulillah Aleppo sudah mulai bangkit. Pabrik2 sudah mulai beroperasi kembali.

MA Mahrus Mahasiswa Universitas Syaikh Ahmad Kaftaru, Suriah. (Kamis 08/03/2018)

Islampers.com
Advertisement

No comments

Silahakan berkomentar sesuai artikel