Header Ads

Surat Protes Terbuka Untuk TVone dan Ust Abdul Shomad

Ust Abdul Shomad (foto Nur Islam Pro)

Islampers.com - Jakarta
Pegiat media sosial Yusuf Muhammad dalam akun fanpage facebooknya meluapkan apa yang ada di isi hatinya, kenapa seorang yang dikatakan ahli agama namun ternyata banyak hal yang diluar agama bahkan melanggar prinsip-prinsip agama, dan kenapa ‘ahli agama’ yang sering menghujat dan melecehkan orang lain bahkan Nabipun dilecehkan namun tetap diberikan ruang gerak lebih di salah satu stasiun TV Nasional, berikut isi surat protes terbuka Yusuf Muhammad kepada TV One dan Ustadz Abdul Somad:

SURAT TERBUKA UNTUK PIMPINAN REDAKSI TV ONE DAN USTADZ SOMAD

Assalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakaatuh.

Yth: Pimpinan redaksi TV One dan Ustadz Abdul Somad yang sedang “naik daun”. Alhamdulillah, nama UAS semakin terkenal dan viral di media sosial, apalagi kini ada TV One yang sering menayangkan wajah ganteng UAS di layar kaca.

Kata seorang teman, “UAS sudah disediakan panggung dakwah di acara Damai Indonesiaku di TV One”. Ketika dibilangi begitu, saya pun terkejut, kok bisa orang yang sering bikin gaduh, hoax dan kontroversi diberi panggung acara yang mengatasnamakan “Damai Indonesiaku?”.

Saya jadi mikir, ini mirip dengan kelompok yang suka mengatasnamakan Islam, namun anehnya justru kelompok itu yang terdepan menyebarkan hoax, provokasi dan adu domba seperti yang dilakukan oleh Muslim Cyber Army (MCA) dan Saracen. Dan faktanya, rata-rata mereka semua adalah pembenci pemerintahan yang sah.

Dan sejak pilpres 2014 hingga sekarang, TV One terkesan demen banget menyerang pemerintahan Jokowi. Mengapa? Apakah karena “Big Bos” dendam karena pernah ‘dipaksa’ Jokowi untuk bayar ganti rugi korban Lumpur Lapindo? Entahlah, karena faktanya, tayangannya sering berupa opini negatif tentang pemerintahan Jokowi, sedangkan fakta dari pencapaian positif yang dilakukan pemerintahan saat ini terkesan ditutupi.

Wahai pimpinan redaksi TV One,

Anda pasti masih ingat waktu ada perhitungan cepat pilpres tahun 2014 lalu, kalian telah menyebarkan info hoax yang memenangkan Prabowo hingga Prabowo dkk. Sujud bersamaan mencium tanah. Mereka kalian perlakukan seperti manusia yang kehilangan akal sehatnya.

Wahai UAS yang hidungnya aduhai,

Beberapa waktu lalu Anda juga tidak hadir di acara tabayun yang diselenggarakan oleh Alumni Syam Indonesia (Alsyami). Statement Anda di video yang viral sebelumnya terkait Suriah banyak yang tidak sesuai fakta, hanya berdasarkan dari satu sumber, anda langsung melaknat Presiden Suriah Bashar Al Assad dan menudingnya sebagai Syiah khusairiyah, mengadzab ulama dan menghancurkan umat.

Dan parahnya ketika Anda diajak tabayun tentang itu oleh Alsyami Anda justru tidak hadir. Wahai UAS yang ganteng, apakah Anda tidak tahu orang yang foto dengan Anda, pernah shalat jamaah diimami oleh pengikut Syiah saat berkunjung ke Iran beberapa tahun lalu?.

Anda juga pernah mengatakan tanda (+) pada mobil Ambulan itu menyerupai tanda salip, oleh karena itu tanda (+) harus diganti dengan bulan sabit. Anda juga pernah bilang main catur haram, lomba kicau burung haram, wall facebook menyerupai dinding ratapan Yahudi, Nabi Muhammad SAW tidak pernah bisa wujudkan rahmatan lil’aalamiin dan masih banyak lagi.
Baca Juga : Ust Abdul Shomad Hina Nabi


Ustadz Abdul Somad

Bahkan baru-baru ini, ada video Anda yang viral telah menghina dan memfitnah Rois Syuriah PBNU KH. Ahmad Ishomuddin. Anda mengatakan Ishomuddin dipecat dari MUI dan belum sunat. Padahal beliau tidak pernah dipecat, dan beliau juga sudah sunnat. Namun mendengar hal itu, beliau tidak lantas emosi apalagi balik menyerang Anda. Dan terlepas dari bercanda atau bukan, jelas perkataan (belum sunat) itu sangat tidak pantas dilontarkan oleh orang yang katanya ahli hadist dan paham agama, apalagi jika di dibuat guyonan di depan para jamaah.
Baca Juga : Ust Abdul Shomad Hina Rois Syuriah PBNU

Apapun yang Anda katakan dan lakukan selama ini seakan-akan semua itu selalu benar. Saya jadi penasaran, apakah sholat Anda masih baca “ihdinasshiraatalmustaqiim”?. (Tunjukkanlah aku ke jalan yang lurus). Jika setiap shalat Anda baca ayat itu bermakna Anda masih bisa salah, tapi jika Anda merasa paling benar, sebaiknya tiap shalat bacaan ayat itu dihilangkan. Udah dulu, saya cukupi sekian. Wassalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakaatuh. [Islampers.com]

Sumber: Akun Fanpage Facebook Yusuf Muhammad

Source : Arrahmahnews.com
Advertisement

Tidak ada komentar

Silahakan berkomentar sesuai artikel