Header Ads

Ummat Islam Wajib Waspada, Terhadap Muallaf yang Mendadak Ngaku Paling Islam

Para Pendiri Wahhabi An-Najdi

Islampers.com - Jakarta
Sebuah artikel yang saya baca sedang diviralkan, ditulis dan dibagikan oleh seorang yang ngaku Ustadz dan diustadkan oleh penggemarnya yang memproklamirkan diri sebagai seorang paling tahu Khilafah. Suaranya lembut, namun menusuk dan merupakan racun agama bagi yang tidak sefaham dengan dia. Kata-kata hasut, fitnah dan hujatannya berbungkus rapi dalam untaian kata-kata cintanya.

Ormasnya terkenal dengan propaganda sebagai ormas yang “katanya” dapat membuat setiap negara berada dalam kemakmuran, namun faktanya setiap negara yang didatanginya selalu menolak bahkan melarang keberadaan ormas tersebut. Ormasnya memproklamirkan diri paling Islami, garda Islam, pembela Islam dan lainnya. Namun sayang, ormasnya memiliki cita-cita untuk merubah dasar negara dimanapun ia pijak, termasuk di NKRI yang esensinya sudah sangat Islami ini dan artinya sama saja menginginkan Negara ini Buu..bar….
Alhamdulillah akhirnya tahun ini ormas itu dibubarkan (mungkin ini yg membuatnya menyimpan dendam kesumat terhadap mereka yg berseberangan denganya)

Saya sering menyaksikan video atau meme yang memuat Ustadz ini, memang kalau di depan umum isi ceramahnya normalnya pendakwah lain. Ini tentu sangat diapresiasi.

Namun jikalau kita semua jeli, semakin Ustadz tersebut diberikan waktu bicara secara intens dengan kesempatan berdakwah maka muka sebenarnya akan muncul. Pelan-pelan kita diajak untuk ikut dalam kebenciannya terhadap pemerintahan yang sah, lalu berlanjut penanaman ideologi terlarang itu. Taukah kau sahabat betapa berbahayanya ideologi ini jika diterapkan di Negara kita yang beraneka ragam ini? Bukan takut sebenarnya yangg saya rasakan, melainkan rasa sedih yg sangat mendalam.

Dia seorang Ustadz, namun sayang ilmu agamanya yang dia pelajari hanya sebatas tenggorokan saja hingga apa yang ia pahami hanya sebatas kulit luarnya saja, yang melahirkan memiliki ideologi tersebut. Dan parahnya dengan ilmu seperti itu, ia bagikan kepada masyarakat banyak. YaAllah..

Dalam ceramahnya juga dia sering menanamkan kebencian dan fitnahan terhadap mereka yang bukan hanya orang di luar agamanya, tapi juga bahkan sesama umat Islam sendiri. Dia selalu memposisikan diri sebagai seorang yang terdzalimi dan berharap masyarakat menaruh simpati terhadap kelompoknya dan membenci kelompok yg getol merawat Islam dan NKRI ini tetap terjaga.

Dia membuat tuduhan tak berdasar bahwa kelompok yang tidak setuju dengan dia, yang suka berseberangan dengan dia tak ubahnya seperti ISIS. Padahal jika dirunut secara ideologi, merekalah yang paling mirip dengan ISIS. Menganggap ziarah kubur sesat, maulid nabi sesat, bahkan menganggap masyarakat yang tidak berada dibawah bendera sistem yang mereka bawa sebagai seorang yang keluar dari agama. Astaghfirullah..

Jika ISIS bisa menghabisi seseorang karena dianggap orang yang berada diluar dirinya telah musyrik dan kafir, ormas sang Ustadz inipun juga tega melabelisasi saudara muslimnya dengan seperti itu juga bahkan yang tak kalah hebatnya ustad dan kelompoknya ini mencoba memecah-belah sebuah organisasi keagamaan terbesar beserta organisasi-organisasi di bawahnya dengan berbagai fitnah yang dilancarkan seperti bahwa Ketua umumnya sesat dan bahkan tidak sah karena sudah tidak sesuai ormas yang dulu didirikan. Paham saja tidak malah menjelek-jelekkan ormas lain.

Mungkin tinggal tunggu waktu saja sampai mereka memegang senjata semua orang yang berada diluar mereka akan disembelih layaknya apa yang dilakukan ISIS atas nama bela agama. Naudzubillah..

Ditangan ISIS, sesama muslim sendiri pun dianggap keluar dari agama dan melakukan kesyirikan jika melakukan amalan yg tidak mereka percayai. Begitu juga dengan Ormas ini. Malah lebih parah menganggap Nasionalisme itu gak ada dalilnya, gak ada ketentuanya dalam agama. Artinya secara tidak langsung menginginkan negara ini bubar.

ISIS hanya merusak Islam, ketika dipublikasikam perbuatan mereka, mereka malah marah dan enggan introspeksi. Barusan Ormas ini juga telah dibubarkan pemerintah karena ideologinya yg salah, namun malah menyalahkan pemerintah karena berbuat semena mena. Padahal lebih dari 20 negara termasuk negara mayoritas muslim juga melarang ormas yg dibawa ustadz ini ada dinegara mereka.

Atas nama Islam, mereka menganggap negara ini harus bubar diganti dengan yg lebih Islami, padahal ulama yg sangat-sangat tinggi ilmunya dari sang Ustadz ini telah menyatakan bahwa negara ini sudah sangat islami dan tak pernah menyerukan untuk memusuhi negara ini. Malah menyuruh menyayangi dan mencintai negara ini berikut pilar-pilarnya. Ustadz juga pernah berkata bahwa nasionalisme gak ada dalilnya? Padahal negara ini merdeka berkat ikhtiar para ulama dan semboyannya yg terkenal "hubbul wathan minal iman"". Memang, sang ustadz kayaknya lebih alim daripada ulama terdahulu mungkin karena prestasi beliau yg katanya sebagai satu satunya manusia di negara ini yg paling sering pergi ke Turki.

Tuduhan terdzolimi pun mereka lontarkan dan mereka gemakan dimana-mana dengan membawa nama "Umat Islam" seakan-akan seluruh muslim seantero negeri ini sedang disakiti, padahal mereka tidak di apa-apakan, hanya ormasnya saja yg dibubarkan. Karena membahayakan persatuan bangsa juga merusak citra agama Islam itu sendiri.

Ghirah agama yg tinggi, namun tak diimbangi dengan keilmuan yg mapan. Miris. Mari merenung, apakah pemerintah dan masyarakat salah jika menolak ormas ini untuk tinggal dan menyebarkan ideologi mereka di Negara ini? Benar negara ini demokrasi, tapi demokrasi juga harus dilihat. Jika suatu ideologi atau kelompok bisa membawa kepada kehancuran dan perpecahan maka hal itu wajib untuk ditolak.

Bedanya hanya sikap. Bila ISIS mengatas namakan pembela Islam namun seyogyanya adalah kehancuran dengan cara kekerasan, sedang ormas sang Ustadz mengatas namakan pembela Islam namun seyogyanya adalah kehancuran dengan cara kelembutan.

Ya Rabb, ampuni kami semua Muslim, termasuk mereka.

Islampers.com
Advertisement

Tidak ada komentar

Silahakan berkomentar sesuai artikel