Header Ads

Terpojok, AS Minta Dukungan RI Untuk Ikut Kecam Suriah Terkait Senjata Kimia

(kiri ke kanan) Duta Besar Prancis untuk Indonesia Jean-Charles Berthonnet, Dubes Amerika Serikat untuk Indonesia Joseph Donovan, dan Duta Besar Inggris untuk Indonesia Moazzam Malik Foto: Denita Br Matondang/detikcom
Islampers.com - Jakarta
Pemerintah Amerika Serikat (AS), Prancis dan Inggris meminta pemerintah Indonesia bergabung mendesak Presiden Suriah Bashar al-Assad bertanggung jawab atas serangan kimia terhadap warga sipil. Permintaan ini menindaklanjuti kecaman Indonesia atas serangan di Suriah.

"Kami menyambut pernyataan pemerintah Indonesia, yang diutarakan oleh Ibu Menlu pekan lalu, di mana mereka telah menetapkan posisi mereka atas serangan tersebut dan penggunaan senjata kimia di Suriah," kata Duta Besar Inggris untuk Indonesia, Moazzam Malik usai mengadakan pertemuan tertutup dengen Menlu Retno Marsudi di Gedung Kemlu, Jalan Pejambon, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (19/4/2018).

"Kami mengundang pemerintah Indonesia untuk lakukan hal lebih. Kami ingin Indonesia bergabung dengan kami untuk menyeret Assad bertanggung jawab atas penyalahgunaan konvensi senjata kimia internasional dan penyalahgunaan senjata kimia terhadap Suriah," lanjut Moazzam.

Permintaan ini juga menindaklanjuti rencana Indonesia yang akan masuk menjadi anggota organisasi anti senjata kimia (OPCW). Menurutnya, Indonesia bisa mendukung dan mematuhi konvensi senjata internasional itu.

"Ada konvensi senjata kimia internasional, yang menentukan norma-norma internasional tentang penggunaan senjata kimia. Konvensi senjata kimia itu tengah menghadapi tekanan, karena langkah Suriah yang berkali-kali menggunakan senjata kimia terhadap rakyat Suriah. Dan Suriah selalu dilindungi Rusia, di mana negara tersebut turut duduk di Dewan Keamanan PBB," ucapnya.

"Jadi ada pilihan jelas bagi negara-negara anggota untuk mematuhi konvensi tersebut. Indonesia adalah negara anggota, dan bulan depan, Indonesia akan bergabung dalam komite eksekutif untuk OPCW, badan monitor dan pelaksana konvensi tersebut, " sambung Moazaam.

Sementara itu, Pemerintah Suriah menyebutkan tuduhan adanya serangan zat kimia itu merupakan "isapan jempol" belaka. [Islampers.com]

Tonton Video Kesaksian Anak Kecil terkait video korban serangan kimia suriah


Source : Detik.com
Advertisement

Tidak ada komentar

Silahakan berkomentar sesuai artikel