GP ANSOR Menolak Penyebaran Paham Wahhabi di Masjid Raya KH Hasyim Asy'ari


Islampers.com - Jakarta
Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) berharap Takmir atau DKM Masjid Raya KH. Hasyim Asy'ariJakarta Barat menolak surat permohonan penggunaan sarana masjid untuk kegiatan tabligh akbar Tim Kajian Ilmiah Pegawai (TKIP) Pemprov DKI Jakarta.

Diketahui, TKIP Pemrov DKI Jakarta mengajukan surat permohonan penggunaan fasilitas Masjid Raya KH. Hasyim Asy'ari untuk kegiatan tabligh akbar dalam rangka menyambut datangnya Bulan Suci Ramadhan 1439 H.

Acara yang akan digelar, Minggu 13 Mei 2018 itu rencananya akan diikuti para Pegawai Negeri Sipil (PNS) Pemprov DKI dan menghadirkan seorang penceramah keturunan Arab, Ustadz DR. Khalid Basalamah.

"Saya berharap, pengurus Masjid KH. Hasyim Asy’ari menolak permohonan itu. Toh tempat lain masih banyak yang bisa dia gunakan," kata Ketua Umum PP GP Ansur Yaqut Cholil Quomas, Jakarta, Jumat (4/5/2018).

Menurutnya, isi ceramah Ustadz Khalid Basalamah selama ini dianggap kerap bertentangan dan suka menjelek-jelekan amaliah yang dianut warga nahdliyin, sebutan bagi warga Nahdlatul Ulama'.

"Seringkali memang dakwah Khalid Basalamah ini bertentangan dan kerap menjelekkan amaliyah-amaliyah yang selama ini dilakukan oleh NU," tegas Gus Yaqut, sapaan akrab Yaqut Cholil Quomas.

"Kita nggak melarang orang berdakwah. Tapi tolong jangan pula menyalahkan apa yang diyakini oleh orang lain," imbuhnya.

Sementara lanjut dia, penggunaan nama KH. Hasyim Asy'ari untuk masjid yang terletak di Jalan Desa Semanan No.188, Kalideres, Jakarta Barat itu sebagai penghormatan terhadap pendiri Nahdlatul Ulama' atau NU.

"Nah, kalau di dalamnya ada kajian dari orang yang kerap menyalah-nyalahkan amaliyah NU, bukannya itu sama saja berniat mengejek?," gugat dia.

Melihat background Ustad Khalid Basalamah ini, maka GP Ansor berharap agar pengurus masjid menolak surat permohonan tersebut. Gus Yaqut menyarankan tabligh akbar TKIP Pemrov DKI sebaiknya dipindak ke masjid lain diluar Masjid KH. Hasyim Asy'ari. [Islampers.com]


Source : Timsesindonesia.co.id
Advertisement

No comments

Silahakan berkomentar sesuai artikel