Header Ads

Gus Yaqub Balya : Firmansyah Ali Bisa Membangun Sinergitas ISNU Dengan IKA PMII

Firman Syah Ali (Kiri) bersama Prof.Dr.Kh Sa'id Aqil Sirodj (Ketum PBNU) dan Prof.Mahfud MD
Islampers.com - Jatim
Pasca penundaan jadwal Musyawarah Kerja Luar Biasa (Muskerwillub) Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Jawa Timur dari tanggal 15 Juli 2018 menjadi tanggal 21 Juli 2018 melalui pesan WhatssApp, cabang-cabang ISNU se-Jawa Timur menunggu undangan resmi dari Pengurus Wilayah (PW) ISNU Jawa Timur. Akhirnya datang juga undangan resmi yang ditunggu-tunggu oleh cabang-cabang, dalam undangan tersebut acara Muskerwil dirangkai dengan acara Halal bi Halal dan Dialog Kebangsaan. Tema kegiatan Muskerwil, Halal bi Halal dan Dialog kebangsaan tersebut adalah "Merajut Keindonesiaan, meneguhkan Islam Rahmatan lil Alamin". Konferwillub yang semula akan dilaksanakan di Kantor Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur ini, ternyata dipindah ke Ruang Serba Guna Rumah Sakit Islam (RSI) Surabaya, Jl Jemursari 51-57 Surabaya. Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) ISNU, Dr KH Ali Masykur Musa MSi akan tampil sebagai nara sumber dalam Dialog Kebangsaan, bersama Rektor Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Prof Dr Muhammad Nasih, SE,MT,Ak,CMA. Hal yang paling menarik dalam undangan yang beredar tersebut, adalah kegiatan Debat Kandidat yang dibungkus dengan istilah Penyampaian Visi Misi. Sepertinya tradisi aklamasi dalam pemilihan ketua PW ISNU Jatim akan berakhir pada Muskerwillub 2018 ini.

Sampai hari ini, Selasa tanggal 17 Juli 2018, belum ada tambahan nama para kandidat yang muncul di dalam diskusi para ketua cabang ISNU. Untuk itu Islampers.com mewawancarai pengamat politik Jawa Timur Ridlwan M Noor. Ridlwan M Noor menganalisa bahwa kemungkinan besar Firman Syah Ali akan terpilih sebagai ketua PW ISNU Jatim pengganti Abdullah Azwar Anas, karena Ridlwan M Noor akrab dengan para ketua cabang ISNU sehingga tau suara-suara dan aspirasi mereka. Menurut Ridlwan M Noor, Firman Syah Ali sangat akrab dengan mayoritas ketua cabang ISNU sehingga sangat mudah untuk mendapat dukungan mereka. Mengenai dukungan para senior, Ridlwan M Noor menganalisa "sejauh yang saya tau mas Firman ini hanya dekat dengan cabang-cabang namun tidak pernah sowan kepada senior, tidak pernah juga mencari dukungan kyai berpengaruh sebagaimana dilakukan oleh kandidat lain, ini bisa menjadi kelemahan fatal Firman Syah Ali, namun bisajuga justeru menjadi kekuatannya, tergantung ke arah mana dinamika pemilihan nanti berkembang". Ketika ditanya tentang sikap Ketua Umum PP ISNU Dr Ali Masykur Musa, dengan lantang Ridlwan M Noor menjawab "lho kyai Ali Masykur Musa itu senior mas Firman di PMII Cabang Jember, namun beliau tokoh yang sangat obyektif, ditelepon atau ditemui oleh siapapun beliau memberi jawaban yang sama, yaitu semuanya diserahkan pada cabang-cabang. Itu jawaban yang sangat bijaksana, saya salut kepada Cak Ali Masykur Musa".

Mengingat Firman Syah Ali adalah Bendahara Umum Pengurus Wilayah Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA PMII) Jawa Timur maka Islampers.com mewawancarai salah seorang pengurus IKA PMII wilayah Jawa Timur, yaitu Gus Ya'qub Balya Al-Arif (Pengasuh Ponpes Ittaqu Menanggal Surabaya). Ketika diwawancarai oleh Islampers.com beliau menjawab "Saya mengharap semua kader PMII yang menjadi ketua cabang ISNU se-jawa timur untuk mendukung Bendahara Umum PW IKA PMII Jatim menjadi ketua PW ISNU Jatim dalam Muskerwillub 21 Juli di RSI Jemursari. Mas Firman itu selain Bendahara Umum PW IKA PMII, juga merupakan teman saya di Majelis Pembina Daerah (Mabinda) PMII Jawa Timur, dan sejarah perjuangannya di PMII sampai ke level Pengurus Besar. Jadi ke-PMII-annya sangat tuntas, oleh karena itu menurut saya pribadi tidak ada alasan bagi kader PMII di ISNU untuk tidak mendukung mas Firman Syah Ali".
Firman Syah Ali & Prof.KH Ma'ruf Amin (Rois Aam PBNU)

Selanjutnya Gus Ya'qub menegaskan "ISNU dan IKA PMII itu dua sayap intelektual NU, think tank NU, jadi harus sinergi agar NU maju, dan saya melihat mas Firman lah yang bisa mensinergikan keduanya dengan baik". Sebagai penutup, gus Yaqub kami tanya tentang kandidat selain Firman Syah Ali, beliau menjawab dengan nada agak tinggi "saya tidak mau membahas kandidat yang lain, mereka sepuh-sepuh dan selayaknya menjadi penasehat organisasi, khawatir kuwalat. Lagipula kalau saya diminta mengomentari kandidat lain maka saya akan menjelek-jelekkan orang lain, saya tidak mau. Jadi saya hanya mau bicara tentang mas Firman karena dia PMII-nya tuntas, minded, dan dia jelas berada di struktur PW IKA PMII. Mengenai hubungan dengan adik-adik PMII, jelas sekali dia Mabinda, jadi tidak ada alasan untuk tidak mendukung mas Firman. Ini menurut saya lho".

Dalam pantauan islampers.com walaupun mas Firman tokoh PMII namun para ketua cabang ISNU yang bukan PMII (termasuk yang HMI) juga sangat dekat dan mendukung mas Firman. Ketika dihubungi Islampers.com, Firman Syah Ali yang juga merupakan keponakan Ketua Dewan kehormatan PP ISNU Prof Mahfud MD ini menjawab singkat "maaf mas saya sambil nyetir, pada prinsipnya saya mengalir seperti air, mengikuti dengan santai keinginan cabang-cabang, sesuai petunjuk senior saya, Kyai Ali Masykur Musa". [Islampers.com]
Advertisement

Tidak ada komentar

Silahakan berkomentar sesuai artikel