5 Fakta Kiai Ma'ruf Diserang Hoax Mirip Sinterklas

Kiai Ma'ruf Amin
(Tribunnews)

Islampers.com - Jakarta
GMNUCYBERTEAM.COM - Video ucapan selamat Natal yang dilontarkan Ma'ruf Amin terkena video hoaks.

Video tersebut dibuat seakan-akan Ma'ruf Amin mengenakan kostum sinterklas saat mengucapkan selamat Natal.

Terdapat lima fakta terkait video hoaks yang menyeret nama Ma'ruf Amin hingga Presiden Jokowi buka suara.

Islampers.com merangkum dari Tribunnews.com dan Kompas, Sabtu (29/12/2018) berikut lima fakta terkait video hoaks yang dialamatkan kepada Kiai Ma'ruf Amin.

1. Video Kiai Ma'ruf Amin diedit mengenakan kostum Sinterklas

Pada saat mengucapkan selamat Natal pada umat Kristiani, Kiai Ma'ruf Amin mengenakan jas dan peci.

Namun pada video hoaks yang beredar, Kiai Ma'ruf Amin diedit mengenakan kostum Sinterklas.

Kiai Ma'ruf Amin mengatakan jika beliau tidak sakit hati dan mengucapkan selamat Natal tidak ada larangannya.

"Enggak lah, masa kita sakit hati. Kiai itu tidak boleh sakit hati. Sudah jadi Kiai itu sudah siap untuk di begitu-begitukan," kata Ma'ruf di kediamannya, di Jalan Situbondo, Menteng, Jakarta Pusat.

"Kalau mengucapkan natal itu kan memang tidak ada larangan MUI," ujar Yai Ma'ruf Amin.

2. Pengunggah video hoaks diamankan di Lhokseumawe, Aceh

Tim gabungan Satuan Reskrim Polres Lhokseumawe sebelumnya mengamankan satu orang diduga pelaku penyebar berita hoaks atau ujaran kebencian pemilik akun Youtube ”Ds Yutube” dengan caption "Kiai MAKRUF AMIN RESMI MENJUAL IMAN DEMI JABATAN".

Kabid Humas Polda Aceh, AKBP Ery Apriyono mengatakan, pelaku diduga menggunakan media sosial berupa Youtube pada Senin (24/12/2018) untuk menyebarluaskan sebuah video Kiai Ma'ruf Amin yang sudah diedit.

“Pelaku merupakan mahasiswa berinisial S (31), warga Desa Meunasah Rayeuk, Kecamatan Nisam Aceh Utara," kata AKBP Ery Apriyono

3. Keluarga pelaku meminta maaf

Keluarga dari tersangka S (31) yang mengedit wajah calon wakil presiden Kiai Ma’ruf Amin meminta maaf pada publik dan pasangan calon presiden Joko Widodo itu.

Permohonan maaf itu disampaikan Tgk Bahauddin, paman tersangka S saat berbicara pada sejumlah awak media di Lhokseumawe, Jumat (28/12/2018).

“Kami mohon maaf atas nama keluarga. Saya yakin perbuatan itu tidak terencana, apalagi dia selama ini tidak terlibat politik praktis,” kata Tgk Bahauddin.

4. Pelaku telah menetap lama di pesantren

Sejak 15 tahun terakhir, S diketahui menetap di pesantren hingga menjadi guru mengaji.

Aktivitas sehari-hari pria itu tidak tersangkut dalam urusan politik.

“Pelaku merupakan mahasiswa berinisial S (31), warga Desa Meunasah Rayeuk, Kecamatan Nisam Aceh Utara," kata AKBP Ery Apriyono

Pelaku mengedit video Kiai Ma'ruf saat mengatakan "Saudara-saudara kami dari kaum Kristiani, kami sampaikan selamat hari Natal dan tahun baru semoga berbahagia."

Video diedit pelaku dengan cara mengganti baju dan kopiah Kiai Ma'ruf Amin dengan pakaian Sinterklas, lalu ditambahkan narasi "menjual iman demi jabatan".

5. Jokowi Juaga buka suara

Jokowi buka suara atas video hoaks yang menyerang calon wakil presiden nomor urut 1 Kiai Ma'ruf Amin.

Dian mengatakan jika mengedit foto sebaiknya digunakan untuk hal yang positif saja.

"Kalau buat meme-meme yang lucu-lucu saya kira lebih, kenapa sih kita enggak bikin kreativitas yang menyebabkan orang tuh tertawa bukan yang menjengkelkan, yang membuat orang benci, janganlah, stop itu," ujar Jokowi.

Editor Red. GMNU


Artikel ini Telah Terbit di Tribunnews.com
Advertisement

No comments

Silahakan berkomentar sesuai artikel