Zionis Sadar, Memerangi Islam Secara Langsung, Sama Dengan Bunuh Diri

Foto Ilustrasi

Islampers.com - Jakarta
Zionis Sadar, memerangi Islam secara langsung sama saja dengan Bunuh diri.

Oleh karena itu Zionis memerangi Islam dengan menggunakan Tangan Orang Islam itu sendiri, dengan mendoktrin ajaran Islam Tekstual, yang kemudian lahirlah Islam Radikal seperti Ibnu Muljam pada masa Sahabat Sayyidina 'Ali yang merasa dirinya lebih paham tentang Hukum Islam, kemudian pada tahun (1125 H / 1713 M) lahirlah sebuah sekte Wahhabi sebuah sekte yang sama seperti Ibnu Muljam, merasa dirinya paling benar berdiri diatas hukum Allah, sehingga siapapun yang menentangnya adalah Kafir dan halal di perangi.

Gerakan kaum Wahabi ini membuat Sultan Mahmud II, penguasa Kerajaan Usmani, Istanbul-Turki, murka. Dikirimlah prajuritnya yang bermarkas di Mesir, di bawah pimpinan Muhammad Ali, untuk melumpuhkannya. Pada 1813, Madinah dan Mekkah bisa direbut kembali. Gerakan Wahabi surut. Tapi, pada awal abad ke-20, Abdul Aziz bin Sa’ud bangkit kembali mengusung paham Wahabi.

Tahun 1924, ia berhasil menduduki Mekkah, lalu ke Madinah dan Jeddah, memanfaatkan kelemahan Turki akibat kekalahannya dalam Perang Dunia I. Sejak itu, hingga kini, paham Wahabi mengendalikan pemerintahan di Arab Saudi. Kemudian pada tahun 1953 M, lahirlah sebuah kelompok Hizbut Tahrir di Palestina yang didirikan oleh Taqiyuddin An-Nabhani, yang sampai sekarang terus melebarkan sayapnya hingha sampai berhasil masuk ke Indonesia pada tahun 1983 yang dibawa oleh Abdurrahman al-Baghdadi, seorang mubalig sekaligus aktivis Hizbut Tahrir yang berbasis di Australia.

Ia memulainya dengan mengajarkan pemahamannya ke beberapa kampus di Indonesia hingga menjadi salah satu gerakan, yang kemudian di bubarkan oleh Pemerintah pada 19 Juli tahun 2015.

Kemudian untuk melebarkan daerah kekuasaannya (menguasai kekayaan alamnya) Zionis kembali melahirkan sebuah kelompok yang bernama Al-Qaeda (Afghanistan) yang lahir pada tahun 1988 yang di pimpin oleh Osama bin Laden (1988–2011) kemudian di ganti oleh Ayman al-Zawahiri pada tahun (2011–sekarang).

Tidak cukup sampai disitu, Zionis terus menerus melahirkan sebuah sekte yang secara paham/aqidah sama-sama menganut Paham Wahhabi namun hanya merubah nama kelompoknya saja, seperti (ISIS, JAYS AL-ISLAM, JABHAT AN-NUSRO di Irak, Suriah) di Kamerun dan Nigeria lahir (Boko Haram) dan masih banyak kelompok radikal lainnya yang sama-sama menganut paham Wahhabi.

Di Indonesia sendiri selain HTI masih banyak kelompok yang berpaham Wahhabi yang ingin memberontak terhadap pemerintah yang sah dengan alasan Thogut, salah satunya adalah Jama'ah Anshorut Daulah (JAD) yang berdiri pada tahun 2014 dipimpin oleh Aman Abdurrahman, dan kemudian resmi dibubarkan pemerintah pada 31 Juli 2018. Dan masih banyak lagi kelompok lainya.

Belakangan muncul sebuah kelompok yang mirip dengan HTI, sama-sama mengusung Ideologi Khilafah dan sama-sama menganggap Pemerintah Thogut, yang menamakan dirinya Khilafatul Muslimin, namun keberadaan mereka ini sepertinya luput dari perhatian pemerintah, pasalnya organisasi yang berdiri sejak 1999 aman dan bahkan sudah berani terang-terangan menentang Pemerintah dengan memaksakan diri ingin mengadakan Diskusi sistem Khilafah di pusat Ibu Kota Jakarta.

Kenapa Zionis memanfaatkan orang islam untuk memerangi Ummat Islam? Karena selain Proyek ini Murah, juga sangat mudah digunakan untuk mengelabui Ummat Islam yang minim Ilmu, minim harta dan minim Iman.

Zain As-Syuja'i
Wakil Sekretaris Rijalul Ansor Jakarta Barat.
Advertisement

No comments

Silahakan berkomentar sesuai artikel