Dalam Rangka Harlah NU ke 93, Satkoryon Wonosari Gunungkidul menyelenggarakan Diklatsar Banser

DIKLATSAR BANSER GUNUNGKIDUL

Islampers.com - Yogyakarta
Ditengah maraknya sorotan terhadap Banser, ternyata hanya berlaku di media social. Hal ini terlihat di berbagai daerah dengan semarak mengadakan pengkaderan bagi Banser termasuk juga di Gunungkidul Yogyakarta. Bersamaan dengan Harlah NU ke 93, Satkoryon Wonosari Gunungkidul menyelenggarakan Diklatsar Banse yang diikuti oleh 99 Kader Ansor. Kegiatan Diklatsar Banser dibuka oleh Sekretaris Pengurus Cabang NU Kabupaten Gunungkidul KH. Zudi Rahmanto, M.Ag.



Dalam Sambutannya KH. Zudi Rahmanto, M.Ag menyampaikan agar para kader Ansor harus menjadi kader yang militan, siap guna dan harus tetap ta’dhim pada para Ulama’ Kader Ansor harus tahan uji, kuat nyali dan siap menghadapi bully. Hal ini tidak lepas dari perkembangan dan serangan media social yang tujuannya adalah sebagai upaya menghancurkan NU.

Diklatsar banser Satkoryon Wonosari juga dihadiri oleh Pimpinan Wilayah Ansor serta Kasatkorwil DIY. Materi Diklatsar selain materi wajib juga diberikan pendalaman materi untuk peningkatan kapasitas kader-kader Ansor. Kegiatan Diklatsar menghadirkan pemateri dari PC NU Gunungkidul, Instruktur Ansor Gunungkidul serta dari Polres dan Kodim 0730 Gunungkidul.

Dalam pelaksanaan Diklatsar ke XXII Tahun 2019 satkoryon Wonosari mengambil tema Dengan melahirkan kader militan, kita perkuat komitmen keagamaan, kebangsaan serta kebhinekaan guna kokohnya NKRI, hal ini disampaikan oleh Ketua Ansor Wonosari Gus Marhaban, MSI. Salah satu materi diklatsar adalah Politik kebangsaan yang disampaikan oleh Wakil Ketua PC Ansor yang membidangi Kaderisasi dan Keorganisasian menyampaikan pentingnya Kader Banser memiliki pengetahuan tentang politik kebangsaan, apalagi dewasa ini Indonesia sedang ramai persoalan Pilpres maupun Pileg. Dalam kesempatan tersebut di sampaikan bahwa kader Ansor dalam berpolitik tidak boleh menggunakan atau mengatasnamakan organisasi namun secara personal harus mengedepankan politik kebangsaan yakni politik yang tidak hanya sekedar kekuasaan namun lebih mengutamakan keutuhan kebangsaan.



Sedangkan peserta juga dibekali dengan pengetahuan tentang cyber hal ini agar kader banser harus siap jihad medsos serta mampu menggunakan medsos secara bijak. Dengan adanya pengetahuan Cyber, diharapkan kader Banser mampu menangkal  hoax yang sedang berkembang apalagi menghadapi pesta demokrasi saat ini  Diklatsar Banser di Kota Gunungkidul ini akan ditutup langsung oleh ketua PC Ansor Gunungkidul Gus Lutfi Kharis M. SHI.

Disampaikan oleh:
Lurah_ndeso
Advertisement

No comments

Silahakan berkomentar sesuai artikel