Penyebar HOAX Pernah Hadir Dalam Mimpi Rasulullah SAW

Foto ilustrasi

Islampers.com - Jakarta
Shahih al-Bukhari nomor hadis 1320 tentang mimpi Rasulullah Saw, bahwa beliau dibawa oleh dua malaikat ke suatu tempat yang disucikan. Beliau melihat seorang yang sedang duduk dan seorang yang sedang berdiri. Di tangan yang berdiri tergenggam besi panjang yang tajam dengan ujung runcing melekung seperti kail. Disebut “kallub.”

Pipi orang yang duduk ditusuk dengan besi pengail yang tajam itu. Besi dimasukkan ke mulutnya lalu ujung kailnya ditusukkan ke dinding mulut bagian dalam, lalu ditarik ke belakang merobek sudut bibirnya hingga ke tengkuk. Lalu, pipi yang sebelahnya. Ditusuk dari sudut pipi bagian dalam dan ditarik ke belakang hingga ke tengkuk. Tiba-tiba pipi yang sebelahnya sudah utuh lagi. Dan terus begitu. Disiksa tanpa henti.

Rasulullah Saw. bertanya kepada dua malaikat yang membawanya: “Siapakah dia?” Mereka tidak langsung menjawab sampai rangkaian peristiwa dalam mimpinya selesai. Tapi, ringkasnya, kemudian mereka menjelaskan, bahwa orang yang disiksa sedemikian rupa adalah gambaran orang yang mengarang hoax, lalu memviralkannya ke seluruh penjuru Dunia. Dosanya tak putus sampai hari Kiamat.

Dahulu mungkin sulit dibayangkan bagaimana sebuah berita bisa disebarkan ke seluruh penjuru Dunia hanya oleh satu orang dalam waktu yang singkat. Tapi, di era IT ini, melalui akun-akun jejaring sosial, berita bisa disebarluaskan dengan cepat menembus batas-batas ruang dan waktu. Tidak ada teritorialnya. Yang penting ada sinyal dan kuota. Mimpi Rasulullah Saw rupanya menggambarkan keadaan sekarang.

Penyebar hoax digambarkan dalam mimpi Rasulullah Saw sebagai orang yang sedang disiksa dalam keadaan duduk. Karena, dalam keadaan duduk itulah dia biasanya menyebarkan hoax. Hanya bermodalkan duduk di depan laptop atau memegang handphone di meja makan berita hoax dapat disebar ke mana-mana.

Duduk, dalam bahasa Arab, mengambarkan malas. Berbeda dengan berdiri yang menunjukan semangat dan serius. Hal ini menunjukan betapa mudahnya hoax disebarkan dengan santai. Bahkan mungkin iseng.

Ibnu Hajar al-Asqalani (w. 852 H.) mengemukakn bahwa penyebar hoax ini tidak dipaksa menyebarkannya. Bahkan, dia bisa tidak melakukannya. Ia bekerja sekehendaknya. Oleh karenanya, hukumannya berat, karena akibat ulah isengnya seluruh dunia bisa menjadi kacau.

Bagian yang dirobek dari penyebar hoax dalam mimpi Rasulullah adalah dinding mulut di bawah pipi dekat dengan ujung bibir. Disebut Syidq (شِدْقٌ). Bukan lidah, bukan pula mulut. Mengapa? Orang Arab memuji orang yang lebar dinding mulutnya karena menunjukkan keras dan fasihnya suara yang diucapkan.

Yakni, Syidq (شِدْقٌ) menunjuk pada alat penyebar hoax dan fitnah yang fasih. Bisa saja HP-nya melalui akun-akun jejaring sosial yang kian hari kian fasih. Atau, lainnya. Tapi, yang disiksa bukan HP atau akun jejaring sosialnya tetapi pemilik HP dan akun-akun jejaring sosial itu yang sedang duduk manis itu sementara di alam nyata orang-orang berperang akibat hoax yang disebarkannya.

Bogor, 4 Februari 2019
Deden Muhammad Makhyaruddin
Advertisement

Tidak ada komentar

Silahakan berkomentar sesuai artikel