Wahhabi Bubarkan Paksa Acara Maulid dan Tarian Sufi di Masjid Bintaro


Foto Kejadian Pembubaran Maulid oleh Wahhabi

Islampers.com - Jakarta
KRONOLOGIS PEMBUBARAN MAULID DAN TARIAN SUFI, OLEH WAHHABI.

Nama Masjid : Ashhaf-Emerald Dibangun oleh Warga Emerald DG 7 Cluster Alamat : Bintaro

Masjid ini didirikan oleh Warga Perumahan Emerald DG 7 Cluster, awalnya Pengurus DKM Masjid ini berhaluan Ahlus Sunnah Wal-Jama'ah dengan mengadakan Rutinan seperti Yasinan, Tahlilan, Maulidan dll, namun karena faktor kesibukan, kemudian Masjid ini berpindah kepengurusan yang semula berhaluan Aswaja, sekarang berhaluan Wahhabi.

Yang kemudian mereka melarang segala aktivitas Ahlus Sunnah Wal-Jama'ah seperti Yasinan, Tahlilan dll, namun sebagian Jama'ah Masjid tersebut yang berhaluan Aswaja tetap melanjutkan rutinitas seperti biasa, mengadakan Pengajian Rutin Mingguan dan mulailah Wahhabi melakukan teror seperti mematikan AC dan Lampu Masjid ketika acara sedang berlangsung.

Dan pada pertemuan yang ke 21 atau tepatnya tadi malam, Rabu (6 Februari 2019) kembali terjadi teror, Lampu dan Mic dimatikan oleh Sandi selaku Marbot Masjid ketika acara sedang berlangsung, Kemudian disusul sekelompok Wahhabi menggerebek acara tersebut dan meminta para Jama'ah yang hadir untuk membubarkan diri.

Menanggapi teror ini, KH Kholid Ar-Rifa'i selaku Ketua Umum Forum Kiai Muda NU (FKM-NU) Banten yang hadir sebagai Muballigh geram, dan terjadilah cekcok.

“Yang menteror acara kami, namanya Sandi Marbot Masjid ini, Lampu dipadamkan, mematikan AC dan Mic disaat saya berceramah” ucap Kiai Kholid, saat dihubungi Islampers.

Namun dari pihak Wahhabi tetap memaksa dan ngotot agar acara tersebut dibubarkan dan berhenti selamanya dengan nada mengancam menyebut-nyebut Suku.

“Saya asli Makassar, mata saya merah kalau ngobrol dengan kalian” ucap salah satu Wahhabi yang berambut gondrong.

Belakangan diketahui Wahhabi yang berambut gondrong tersebut adalah Andi Azril Ketua Bidang Humas Masjid, mereka memaksa acara Pengajian Rutin Mingguan Aswaja untuk dihentikan dan tidak dilanjutkan, sehingga terjadilah perdebatan yang alot, yang kemudian kedua belah pihak sepakat akan mengadakan Dialog lanjutan yang akan melibatkan Camat dan Lurah setempat, adapun dari Pihak Polsek Bintaro tidak berkenan untuk dilibatkan, karena menurutnya kasus ini bukan kasus hukum, tapi murni masalah Aqidah.

“Kami sudah menghubungi Polsek Bintaro untuk menengahi kasus ini, tapi Pihak Polsek menjawab kasus ini kasus Aqidah/Keyaqinan bukan domain Polsek” lanjut Kiai Kholid.

“dan ami meminta agar mereka memberikan idzin tertulis pada kami untuk melanjutian Pengajian Rutin Mingguan ini dengan aman dan nyaman” Tutupnya.

Berikut Video Detik-Detik Pembubaran Paksa oleh Wahhabi

Advertisement

No comments

Silahakan berkomentar sesuai artikel