KH Sa'id Dilaporkan Korlabi, Ini Tanggapan Ketua PBNU

Robikin Emhas Ketua PBNU Bidang Hukum, HAM dan Perundang-undangan

Islampers.com - Jakarta
Ketum PBNU Kyai Said Aqil Siroj dilaporkan ke polisi oleh Ketua Koordinator Laporan Bela Islam (Korlabi) Damai Hari Lubis. Kyai Said Aqil dilaporkan karena dianggap telah menebar ujaran kebencian melalui stasiun televisi.

Menanggapi hal tersebut Robikin Emhas Ketua PBNU Bidang Hukum, HAM dan Perundang-Undangan menyampaikan, baru mengetahui dari media, dan masih mencermatinya.

“Saya baru membaca berita di media. Belum tahu persis apa meteri laporan polisinya. Apakah materi yang dilaporkan masuk dalam ranah kepemiluan atau jurnalistik” Ucapnya kepada Islampers.com, Selasa 19/03/19. Malam.

Robikin menegaskan kasus ini akan terus dikawal dengan mempercayakan kepada pihak penegak hukum sesuai prosedurnya.

“Oleh karena laporannya disampaikan kepada kepolisian, mari kita percayakan kepada kepolisian RI. Apakah terdapat 2 alat bukti yang sah agar laporan tersebut dapat ditindak-lanjuti atau tidak, kita lihat nanti” ucapnya.

Adapun ucapan Kyai Sa'id yang dianggap menebar kebencian oleh ketua Korlabi, Robikin menegaskan hal itu tentu diucapkan berdasarkan fakta yang ada.

“Terkait adanya radikalisme yang ditandai sikap intoleran, berbagai hasil survey sudah melansir hal itu. Bahkan gamblang diketahui publik adanya kampanye khilafah yang cukup marak sebelum HTI badan hukumnya dicabut” Imbuhnya.

Robikin juga menekankan “Kampanye khilafah itu bahkan masih dijumpai dalam tahun politik sekarang ini, di media sosial. Merupakan kewajiban segenap komponen bangsa untuk menjaga keutuhan NKRI, baik keutuhan teroterial, sumber daya alam maupun Budayanya. Khilafah yang hendak menghapus sekat-sekat bangsa dan negara adalah ancaman nyata terhadap keutuhan NKRI” tuturnya.

“Bagi NU, agama dan negara tidak perlu dipertentangkan. Keduanya bisa saling mengisi, bisa harmonis. NU mengharmoniskannya dengan jargon hubbul wathon minal iman, nasionalisme adalah bagian dari agama. Kiai Said Aqil, NU dan kita semua layak terus mengkampanyekannya. Agar cita-cita didirikannya Indonesia dapat kita wujudkan bersama”. Imbuhnya.

“Kiai Said Aqil Siroj, NU dan kita semua layak terus mengampanyekan prinsip beragama dan berbangsa tersebut. Agar cita-cita didirikannya Indonesia dapat kita wujudkan bersama,” katanya.

Ia menambahkan bahwa pengurus dan warga NU selalu setia menolak propaganda khilafah, kampanye segala bentuk negara di luar NKRI, praktik-praktik intoleransi yang mencederai keharmonisan warga bangsa Indonesia.

“Untuk kepentingan hal itu, kami semua, baik selaku warga maupun pengurus NU akan senantiasa berdiri di belakang Kiai Said Aqil,“ pungkas Robikin. [Islampers.com]
Advertisement

No comments

Silahakan berkomentar sesuai artikel