Hanan Attaki Pengasong Khilafah Ala Minhaj Londoniyah

Hanan Attaki dan Felix Siau, dua tokoh pengasong khilafah

Islampers.com - Jakarta
Awal Perjuangan dakwah Rasulullah SAW memang sangat sulit dan banyak mendapat pertentangan mulai dari Paman, kerabat terdekat hingga para penguasa pada zamannya hingga pada akhirnya dibuatlah strategi strategi yang justru dengan cara merangkul tokoh tokoh, kaum dan cendikiawan, bukan dengan cara menentang, membid'ahkan bahkan mengkafirkan yang tidak sefaham dengan Baginda Rasulullah SAW.

Cara yang sama juga dilakukan oleh para Waliyullah di Nusantara yang dikenal Populer dengan Wali Songo (Wali Sembilan) dan telah Berhasil menjadikan budaya sebagai infrastruktur dalam menyebarkan Agama, yang kemudian juga dikenal dengan istilah Islam Nusantara.

Dalam video klip suara Hanan Attaki dibawah ini yang berjudul Titik Kemenangan Dakwah, dikatakan bahwa :

“Bagaimana Rosulullah SAW itu merencanakan dakwah ini Step by Step sangat luar biasa, dan kadang-kadang mencoba dan ternyata tidak pas, lalu mengganti step yang lain menggunakan strategi yang lain tidak pas, lalu diganti dengan yang lain, digunakan lagi strategi yang lain, terus menggali cara dengan cara yang lain agar dakwah ini sampai mencapai titik kemenangannya, apa titik kemenangan dakwah ini??? Titik kemenangan dakwah ini adalah ketika islam sudah menjadi Islam Rohmatan Lil 'Alamin, menguasai alam, mendapatkan kekuasaan atas timur dan barat, romawi dan persia, yaman dan syam, itulah puncak dari kekuasaan, yang kita kenal dengan Khilafah ala Minhajin Nubuwah, atau Khilafah Islamiyah”

Dalam caption lanjutannya ada pesan yang ditulis :

“Persiapkanlah diri kalian, untuk menghadapi setiap tantangan dijalan dakwah ini. Tetaplah bergandengan tangan, rekatkan persatuan, hingga kita sampai pada puncak titik kemenangan itu.

Artinya, secara tidak langsung Hanan Attaki mengatakan bahwa Nabi belum bisa mewujudkan Islam yang Rohmatan Lil 'Alamin sampai mencapai puncak titik kemenangan dakwahnya, yaitu Khilafah Islamiyah.

Hal senada pernah disampaikan oleh UAS, bahwa Nabi Muhammad SAW semasa hidupnya belum mampu mewujudkan Islam yang Rahmatan Lil 'Alamin sampai tegaknya Khilafah Islamiyah.

Bukankah Nabi itu sendiri pembawa Rahmatan Lil 'Alamin ??? Sebagaimana Baginda Nabi Muhammad Rasulullah SAW telah di utus untuk menjadi Rahmat untuk sekalian Alam?

وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِلْعَالَمِينَ

Tidaklah Kami mengutusmu, melainkan untuk menjadi rahmat bagi sekalian alam [Al-Anbiyâ’/21:107].

Ayat rahmat yang sangat agung dan bersifat umum ini telah menjelaskan kepada manusia beberapa hal :

Pertama: Bahwa Allâh Jalla Dzikruhu telah mengutus hamba-Nya dan Rasul-Nya yang mulia Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk menjadi rahmat bagi seluruh alam yang terdiri dari kelompok-kelompok mahluk seperti alam manusia, alam Malaikat, alam Jin, alam hewan. Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam diutus sebagai rahmat bagi mereka semua.

Kedua: Bahwa Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah diciptakan dan disifatkan serta dihiasi pada diri beliau dengan rahmat.

Ketiga: Bahwa Agama yang beliau bawa –Islam- semua ajarannya adalah rahmat bagi jin dan manusia yang terkena taklif (beban) dari Rabbul ‘alamin.

Lantas bagaimana bisa Hanan Attaki mengatakan bahwa puncak titik kemenangan Dakwah adalah sampai terwujudnya Islam yang Rahmatan Lil 'Alamin dan berdirinya Khilafah Islamiyah, sedang Nabi sendiri adalah pembawa rahmat, atau apakah dia merasa dirinya sebagai pejuang dakwah dan pembawa rahmat ? Wal 'Iyadzubillah.

Simak videonya ;


Advertisement

No comments

Silahakan berkomentar sesuai artikel