NU DAN MUHAMMADIYAH MULAI TERSINGKIR OLEH ISLAM TRANS NASIONAL


Islampers.com - Jakarta

Munculnya organisasi Islam "anyaran" apakah mengancam NU dan Muhammadiyah? Apakah bahaya bagi Indonesia? Apakah akan merusak NKRI? Apakah akan memecah belah Rakyat? Kita budayakan baca pelan pelan dan pahami.

Logo NU (sumber : www.atmago.com)

Logo Muhammadiyah

Hal ini dijelaskan oleh beberapa rekan - rekan Koordinator Penggerak Nahdlotul Ulama (KPNU) Kaliangkrik, Magelang. Tak ada kata perjuangan, kemenangan dan kebahagiaan jika kite semua hanya Diam. 

Dalam pertemuan yang membahas hal ini, banyak dijelaskan pula ttg berdirinya organisasi - organisasi Islam di Indonesia. Banyak organisasi baru. Upaya terselubung Islam *Anyaran* untuk mendirikan *Khilafah Daulah Islamiyah* :

1. Siapa di Indonesia yang tak kenal Nahdlatul Oelama dan Muhammadiyah? Di atas kertas, merekalah dua Organisasi Islam terbesar di RI.

2. Sekitar 85 juta umat Islam di Indonesia adalah NU, dan 50 juta  Muhammadiyah. Artinya, sekitar 65 % seluruh penduduk muslim Indonesia.

3. Ini jumlah yg besar,  tapi dalam  kenyataannya, tampaknya 135 juta anggota NU dan Muhammadiyah hanya  sebatas besar di angka statistik semata.

4. Buktinya? Lihat bagaimana NU dan Muhammadiyah tidak bisa lagi memegang Kepemimpinan Ummat.

5. Ummat justru dikendalikan oleh pergerakan Islam Trans-Nasional yang di Indonesia telah menjelma dalam wujud Islam *”anyaran/baru”.*

6. Mereka adalah penerus gagasan *Ikhwanul Muslimin dan Hizbut Tharir* yang ingin mendirikan *Khalifah Daulah Islamiyah.*

7. Pelan2, mereka terus menggerus Kepemimpinan NU dan Muhammadiyah yang masih setia dengan Pancasila dan NKRI.

8. Kenapa itu bisa terjadi? Karena kelompok Islam "anyaran" itu justru dibiarkan tumbuh subur di era SBY (2004-2014).

9. Dlm 10 th itu, kelompok Islam Trans-Nasional banyak mendapatkan ruang hidup, memperoleh subsidi dan juga difasilitasi untuk tumbuh.

10. Dengan cara itu, kelompok Islam Trans-Nasional makin besar. Mereka mulai memotong kaki NU dan Muhammadiyah di Mesjid, Pengajian, dan Sekolah.

11. Awalnya Islam Trans-Nasional hanyalah kelompok kecil yang mulai hadir pada era tahun 1970-an.

12. Di era Orde Baru mereka masih tiarap, tapi setelah reformasi mereka mulai unjuk gigi.

13. Melihat tren ini, SBY justru membiarkan kelompok ini untuk bergerak dan mengakomodassi mereka utk memperkuat kekuasaannya.

14. Akhirnya, kelompok Trans Nasional tumbuh, bantuan asing dari Timur Tengah, Dana Wahabi mengalir deras bersamaan dengan fasilitasi dari SBY.

15. Selama 10 tahun cukup untuk mereka membesar dengan Dana Asing yang tidak ber-seri (sangat banyak)

16. Mari lihat satu-persatu para Islam Trans-Nasional yang mulai membuat NU dan Muhammadiyah gigit jari.

17. Pertama, Ikhwanul Muslimin atau yang sering dikenal dengan nama Moslem Brotherhood kalau di luar negeri.

18. Didirikan di Mesir pada Maret 1928, saat ini mereka menyebar di 70 negara dengan menggunakan metode Halaqah.

19. Gerakan Ikwan terbelah menjadi 2 arus utama: Ikhwan Tarbiyah yg menjadi cikal bakal Partai Keadilan Sejahtera.

20. Serta Ikhwan Jihad yg gunakan kekerasan yg jadi embrio *Jamiatul Muslimin*, *Jama’ah Islamiyah* dan *Jamaah Jihad* yang berujung pd *Al Qaeda.*

21. Di Indonesia, *Ikhwanul Muslimin dideklarasikan tahun 1994,* lebih banyak gerak di kelompok Tarbiyah SMA dan Perguruan Tinggi (LMD/ LDK).

22. Setelah reformasi, mereka berubah bentuk jadi *Komite Aksi Muslim Indonesia*, lalu berubah jadi *Partai keadilan* dan selanjutnya jadi *PKS.*

23. Tujuan utama Ikhwan Tarbiyah yaitu membentuk *Daulah Islamiyah* dgn cara non kekerasan.

24. Mereka manfaatkan instrumen demokrasi dgn mendirikan partai dan merebut kursi di Parlemen utk mewujudkan cita2 *Daulah Islamiyah.*

25. Mereka turut bentuk jaringan Ikhwan Tarbiyah diseluruh dunia, yaitu *The International Forum for Islamic Parliaments (IFIP).*

26. IFIP pernah adakan pertemuan di Indonesia tahun 2007 di Jakarta, bahkan Jakarta ditetapkan sbg Sekretariat IFIP.

27. Waktu itu SBY dengan bangga membuka acara IFIP di Jakarta  m.tempo.co/read/news/2007…      

28. Sedangkan *Ikhwan Jihadi* atau Ikhwan sayap radikal muncul di Indonesia setelah dipicu oleh perang Afghanistan.

29. Dan gerakan ini menemukan bahan baku pada aktivis Darul Islam Indonesia (DII)*. Kelompok ini jg dirikan *Jammaah islamiyah (JI)* pada th 1991.

30. Tujuan utamanya: Mendirikan Khilafah Islamiyah dengan menggunakan metode kekerasan.      allaboutwahhabi.blogspot.co.id/2011/09/xpp

31. Kedua, adalah *Hizbut Tahrir* yg menolak konsep demokrasi dan menekankan tentang paham kekhalifahan.

32. HTI jelas tidak menerima NKRI dan Pancasila. HTI jg tidak mau hormat kpd bendera merah Putih.      muslimedianews.com/2014/08/ustadz…

33. Metode perjuangan HTI adalah kaderisasi, sosialisasi dan merebut kekuasaan.

34. Gerakan HT di Indonesia berawal dari aktivis masjid kampus Mesjid Al-Ghifari, IPB Bogor yg disebarkan melalui halaqah2.

35.  Kader-kadernya HTI aktif melakukan sosialisasi dan kaderisasi dgn memanfaatkan Masjid2.

36. Sejalan dgn gerakan Tarbiyah, mereka juga lakukan kaderisasi ke sekolah dan kampus-kampus, selain mengajak ke pengajian HT Indonesia.

37. Karakter dari HTI : angkat isu struktural dan global, bahaya kapitalisme, dominasi USA serta sistem ekonomi dan politik alternatif.

38. Jawaban mereka (HTI) hanya satu: *ganti NKRI dgn sistem Khalifah*. Bagi mereka Khalifah adalah harga mati!!!

39. Ketiga adalah gerakan *Salafi Dakwah* dan *Salafi Sururi* yg berkembang dgn bantuan dana pemerintah *Arab Saudi.*

40. Awalnya mereka adalah alumni *Lembaga Ilmu pengetahuan Islam dan Arab (LIPIA)*. Perkembangan mereka berbasis pesantren.

41. Keempat adalah *Syiah* yg berkembang setelah Revolusi Islam Iran tahun 1979 dan menyebarnyanya alumnus Qum.

42. Di Indonesia muncul dua organsiasi Syiah ; pertama, *Lembaga Komunikasi Ahlul Bait* yg merupakan wadah alumni Al Qum.

43. Organisasi kedua tergabung dalam *IJABI* yg lebih berkiblat ke Ayatollah Sayyed Mohammad Hussein Fadlallah.

44. Pengikut Syiah keturunan Arab lakukan bertaqiyah (sikap menyembunyikan diri). Jaringan Syiah yg kuat ditemukan di Jatim dan Pekalongan.

45. Di era SBY, perkembangan Syiah dianggap ancaman oleh kelompok Sunni termasuk Tarbiyah dan HTI krn Iran sangat mengganggu kepentingan Arab Saudi.

46. Inilah yg membuat kelompok *Wahabi* justru menyerang kelompok *Syiah dan Ahmaddiyah.*

47. Sekali lg demi dukungan, menyingkirkan NU dan Muhammadiyah, maka jaringan SBY fasilitasi konflik Sunni-Syiah ini.

48. Kelima adalah *Jamaah Tablig* juga masuk kategori gerakan trans-nasional.

49. Jamaah Tablig ini berpusat di perkotaan dan bersifat non-politis.  Anggotanya kurang lebih 20.000 orang.

50. Dlm 10 tahun di era SBY, gerakan Islam Trans-Nasional banyak menggerogoti basis2 organisasi massa.

51. Masjid2 NU dan Muhammadiyah mulai dikuasai oleh Ikhwan dan HTI.  Jemaah Tabliq menggerogoti beberapa basis penting NU di perkotaan.

52. Sedangkan gerakan *Salafi* mengambil jemaah @Nahdlatul Oelama purin dg pendekatan pesantren.

53.jadi strategi kuasai Mesjid dr kelompok Trans-Nasional relatif berhasil, dgn cara itu mereka menguasai Marbot, takmir sampai pendakwah.

54. Aktivitas mesjid digunakan untuk halaqah para Ikhwan dan HTI.

55. Selain itu para *Ikhwan Tarbiyah (PKS)* dan *HTI aktif* juga bergerak di sekolah dan perguruan tinggi.

56. Mereka masuk melalui dua cara: pertama, melakukan kaderisasi yg sangat agresif di forum Kerohanian Islam (Rohis).

57. Kader2 mereka aktif mendekati pelajar dan mahasiswa dgn pendekatan emosional, empati dalam Liqo.

58. Dan selanjutnya mengajak bergabung dlm Halaqah Jaringan kaderisasi seperti bergerak berjenjang dalam model sel-sel kecil.

59. Tentu ini mengherankan karena model kerja sel kecil ini awal muasalnya diciptakan oleh komunis internasional.

60.padahal kita tahu, kelompok Islam Trans-Nasional gaungkan anti-komunis, tapi cara penguatan jaringan ala komunis ternyata mereka pakai juga.

61. Dg kaderisasi di perguruan tinggi, gerakan *Tarbiyah* pelan2 masuk ke  sektor negara jadi PNS, anggota TNI, Polri dan profesional.

62. Di era SBY mereka juga menikmati fasilitasi  beasiswa dan  tugas belajar ke luar negeri.

63. Di luar negeri mereka aktif membangun jaringan dan semakin terbentuk setelah kembali ke tanah air Joxzin Jogja.

64. Mereka kemudian mulai menguasai Mesjid kementerian/BUMN dengan pendakwah dari kader Tarbiyah dan HTI.

65. Dakwah lain yg dikembangkan adlh melalui media dan medsos Kelompok ini aktif mengisi acara dakwah di TV maupun radio @RRI TVRI Nasional.

66. Di era SBY mereka diberi ruang gerak karena SBY mengangkat Menteri Kominfo yg kader PKS *@tifsembiring.*

67. Dengan penguasaan kementerian Kominfo oleh Tarbiyah, mereka mengendalikan media resmi seperti TVRI, RRI dan Antara.

68. Dan menempatkan kader mereka di posisi eselon 1 sampai 3 untuk jaga kontrol internet dan medsos.

69. Mereka juga agresif menyediakan jasa Ustad2 utk mengisi pengajian-pengajian komunitas Islam.

70. TV yg memerlukan penceramah agama juga disediakan oleh mereka secara gratis dan juga melakukan dakwah melalui pengajian di radio2.

71. Di media sosial mereka juga berjaya  Pendekatan pada generasi muda dilakukan melalui media sosial baik WA Groups, BBM maupun SMS.

72. Hal ini membuat metode dakwah dari *NahdlatulOelama* dan *Muhammadiyah* menjadi ketinggalan kereta.

73. Bahkan para Islam Trans-Nasional sudah membentuk pasukan dunia maya (cyber army) di medsos.

74. yg bukan hanya sebarkan dakwah ala Tarbiyah dan HTI tapi jg sebarkan fitnah dg bungkus dalih agama untuk mulai serang kelompok lawan mereka.

75. Kelompok Trans nasional terutama Ikhwan dan HTI mulai ubah strategi dg membuat aliansi strategis antar kelompok Islam dg berbagai nama.

76. Bisa menggunakan *Forum Umat Islam (FUI)* ataupun Front-front Aksi yg bersifat taktis seperti *GNPF-MUI.*

77. Dengan cara itu, mereka tidak terkungkung oleh dominasi kepemimpinan @NahdlatulOelama dan @muhammadiyah.

78. Upaya menggerogoti kepemimpinan NU dan Muhammadiyah juga dilakukan SBY dgn membentuk *Majelis Dzikir Nurussalam.*

79. Dengan bentuk kelompok ini, SBY ingin punya kendali langsung atas massa Islam tanpa harus bernegoisasi dg NU dan Muhammadiyah.

80. Cara ini jg berkembang sejalan dgn trend maraknya para *Habib* dirikan kelompok Dzikir yg pengikutnya ribuan.

81. Kegiatannya sekilas hanya berdizikir, namun dgn acara itu, bisa jadi ajang baru utk melakukan konsolidasi massa terutama anak2 muda.

82. Alasan itu yg melatar belakangi SBY memobilisasi *Majelis Dzikir Nurussalam* yg dipimpin oleh *Utun Tarunadjaja* pada thn 2000.

83. *Yayasan Majelis Dzikir Nurussalam* disebut sebagai mesin politik dan mesin uang tim sukses SBY. nasional.inilah.com/read/detail/25

84. Kelompok Trans-Nasional melanjutkan aksinya menggerogoti kepemimpinan NU dan Muhammadiyah.

85. Dengan cara merebut kepengurusan organisasi fatwa seperti *Majelis Ulama Indonesia.*

86. Dengan menancapkan pengaruh di MUI maka mereka bisa memberikan legitimasi pada aksi yg dipakai dgn bekal fatwa MUI.

87. Mereka memanfaatkan kelengahan NU dan Muhammadiyah pasca berpulangnya KH Sahal Mahfud.

88. Dien Syamsudin dan KH Mahruf Amin yg menggantikan kyai Sahal Mahfud memilih lebih berjuang secara politik.

89.Dua orang pengganti kyai Sahal ini dikenal punya nafsu politik yg tinggi dan seharusnya berani ambil langkah untuk memperjuangkan  Muhammadiyah dan NU secara politik.

90.Dengan penguasaan MUI ditambah dgn terbentuknya Front aksi, maka kelompok Trans-Nasional berhasil merebut kepemimpinan umat Islam.

91.kelompok Trans-Nasional berhasil merebut kepemimpinan umat Islam dari NU dan Muhammadiyah, serta bisa kendalikan agenda politik keumatan.

92.Ini yg jelaskan knapa kelompok Trans-Nasional setir ummat utk kepentingan politik ideologi, yakni terwujudnya *Daulah Islamiyah dan Kekhalifahan.*

93. Berbagai cara mereka gunakan untuk menguji kepemimpian mereka (kelompok islam trans-nasional).

94.Mulai safari Maulid Nabi ke berbagai daerah, salat subuh berjamaah sampai dgn pengumpulan dana untuk bergerak.

95.Terakhir ada upaya untuk kumpulkan dana untuk mendanai kelompok teroris di Suriah.  cnnindonesia.com/nasional/2016

96.Demi persatuan aksi *Daulah Islamiyah dan Kekhalifahan*, para Islam Trans-Nasional terpaksa mau terima *Rizieq* sebagai pemimpin gerakan.

97.Walaupun kelompok islam trans-nasional ini tahu, bahwa *Rizieq FPI* dulu dibesarkan oleh elit tentara.

98.Tapi mereka  jg tahu kelemahan Rizieq yg mudah dibeli oleh elit politik dan punya sejumlah *“cacat”* yg bisa setiap saat utk disingkirkan.

99. @syihabrizieq *didorong-dorong masuk perangkap makar*. Setelah itu gantian kelompok *Ikhwan dan HTI yg akan memimpin.*

100. Kelompok islam trans-nasional sudah siap mengganti *Pancasila dan NKRI* dengan *Negara Khalifah Daulah Islamiyah.*

101. Sekali lagi, kepemimpinan NU dan @muhammadiyah semakin jauh disisihkan secara sistematis.

102. #Entah apakah NU dan Muhammadiyah merasa *”tertampar”* dgn berbagai aksi Islam Trans-Nasional belakangan ini.

103. Atau mungkin NU dan Muhammadiyah masih belum sadari ini ? Mereka masih merasa posisinya *aman walau nyatanya sudah berdiri di atas batang lidi ?*

104. Ketika kepemimpinan *NU dan Muhammadiyah jatuh*, maka *jatuh pula NKRI* dan sangat mudah  digantikan dengan *Negara Khilafah Daulah Islamiyah.*

105. *Semoga kita Indonesia masih bisa berharap munculnya kembali kepemimpinan ummat Islam di tangan NU dan Muhammadiyah demi tegaknya NKRI.*

JANGAN PERNAH LELAH MENCINTAI KERAGAMAN DALAM BALUTAN NKRI. Kita harus jeli membaca berita dan tidak meneruskan berita dari *blog/website yg tidak jelas!*

ISLAM YES..., NKRI HARGA MATI...!!!

Catatan ini hanya utk memahami  hiruk pikuk yg terjadi dan menyikapi dgn bijak, berbagai sumber informasi diantaranya seperti artikel tsb di atas.

Mari kita rawat Islam Nusantara yg sesuai dgn karakter bangsa bukan faham impor yg terbukti bikin kisruh dimana-mana di belahan bumi.  lain.


Ditulis oleh
Rahmawan Wicaksono
Pemalang 18 Juli 2019

Sumber
KPNU Kaliangkrik Magelang
allaboutwahhabi.blogspot.co.id/2011/09/xpp
m.tempo.co/read/news/2007…      
muslimedianews.com/2014/08/ustadz…
nasional.inilah.com/read/detail/25111

Advertisement

No comments

Silahakan berkomentar sesuai artikel