Jokowi, Mudik Beda Dengan Pulang Kampung, Natalius Pigai: Jokowi Lama Di China


Islampers.com - Jakarta 
Menanggapi Pernyataan Presiden Jokowi terkait pengertian mudik dan pulang kampung adalah berbeda, Pegiat HAM Natalius Pigai mempunyai pendapat lain, di akun twitter Pigai menulis,  Mudik berasal dari kata dasar (n) udik. udik artinya hulu sungai, kampung dan desa. Jadi Mudik artinya Pulang Kampung atau “going home”. Sejak SD Kelas 5 saya sudah tahu arti mudik. Sepertinya Pak Jokowi bukan ngeles tapi memang beliau tidak tahu. kan sudah lama di China bukan?. Twitt Piagai di kutip islampers.


Di langsir dari Kompas.com, Pernyataan Presiden Jokowi terkait pengertian mudik dan pulang kampung adalah berbeda, menjadi pembicaraan di jagat media sosial Twitter.

Hingga Rabu pagi cuitan soal mudik di Twitter tembus lebih dari 92 ribu kali.
Presiden Joko Widodo menyebut mudik berbeda dengan pulang-kampung

Jawaban itu disampaikan Jokowi menjawab pertanyaan Najwa Shihab, dalam program Mata Najwa yang tayang Rabu (22/4/2020).

"Kalau itu bukan mudik. Itu namanya pulang kampung. Memang bekerja di Jabodetabek, di sini sudah tidak ada pekerjaan ya mereka pulang. Karena anak istrinya ada di kampung jadi mereka pulang. Ya kalau mudik itu di hari lebarannya. Beda. Untuk merayakan Idul Fitri. Kalau yang namanya pulang kampung itu yang bekerja di Jakarta tetapi anak istrinya ada di kampung," kata Jokowi

Menurut Presiden para perantau yang sehari-harinya bekerja di Jakarta, dan kehilangan pekerjaannya di tengah pandemi corona ini, akhirnya pulang kampung adalah hal yang wajar.

Sedangkan jika mudik, berhubungan dengan hari lebaran, untuk merayakan hari raya Idul Fitri bersama keluarga.

Sebelumnya pemerintah telah memutuskan melarang mudik pada 24 April 2020.

Hal ini berkaitan dengan kajian survei dari Kementerian Perhubungan yang memaparkan data bahwa masih ada 24 persen warga yang memutuskan mudik.
Tentunya pemerintah menilai hal ini akan semakin memperburuk keadaan, karena rentan tertular virus corona yang tengah melanda negeri.

Editor: M Setiawan

Advertisement

No comments

Silahakan berkomentar sesuai artikel