Bagaimanakah cinta Nabi Muhammad kepada umatanya?

  • Whatsapp
Islampers Featured
Islampers Featured

Islampers.com – Jakarta

•Cinta Rasulullah Saw Kepada Umatnya Tidak Seperti Para Nabi lainya•

Bacaan Lainnya

Masa semakin mengikis, namun iman semakin menipis. Semangat perjuangan semakin digelorakan, namun kemunkaran kian menggulingkan kebenaran.

Masa yang panjang, Perjuangan fillah selalu di senandungkan  para Nabi-Nabi terdahulu, umatnya bukan bertambah patuh malah tambah membantah, inilah dakwah para nabi pra Islam dahulu kala.

Hingga banyak para Nabi mengadukan kepada Allah atas perlakuan umatnya dan memohon untuk membumi hanguskan umatnya. Nabi Nuh As. Berdakwah mengajak umatnya ke jalan yang Haq hingga tua renta mengenalinya. lamanya dakwah, tak bertambah makmurnya alam semesta, mengakarnya ajaran Sang Pencipta,  namun kekufuran, kemunkaran dan kemaksiatan bertambah merajalela.

Sembilan Ratus lima puluh tahun lamanya, semakin Bertambah Usianya, tapi tidak menambahkan keimanan di hati umatnya, tapi kebencian dan perlawanan yang beliau terima.

Nabi Nuh As menganggap kaumnya sudah melampaui batas subtansinya sebagai makhluq. Pada akhirnya Nabi Nuh mengadu kepada Allah Azza Wajalla dan memohon Untuk meluluhlantahkan kaumnya.

“رب لا تذر على اﻻرض من الكافرين ديارا”

“ya Rabbi jangan Kau biarkan seorangpun diantara orang-orang kafir tinggal di atas bumi.
” (Qs. Nuh :26)

Begitupun dengan  para nabi lainya, Namun tidak dengan Nabi kita Sayyidu al-Anam Nabi Muhammad Saw. Ketika Nabi Muhammad menerima Wahyu, menyeru kepada jalan Tauhid, maka tindakan dan prilaku para Ahlu Mekkah berbalik Tiga ratus Delapan puluh derajat memusuhi, mencaci, menganiayaya Rasulullah saw. 

Hingga pada suatu ketika beliau dakwah di Thaif, Serbuan batu menyambutnya, hanya berkecucuran darah yang beliau terima.

Turunlah Malaikat  menyampaikan  bahwa Allah memerintahkanya untuk melakukan apapun yang Rasulullah perintah.

Seraya menawarkan kepada Rasulullah :

 “Apabila kau mau, Aku akan lemparkan  Akhsaban (Dua gunung yang melingkar berada di mekkah) kepada mereka (agar mereka hancurlebur).

Apa tanggapan Rasulullah.?

“بل ارجو ان يخرج الله من اصلابهم من يعبد الله وحده لا يشرك به شيئا” 

“Tapi Aku berharap Allah mengeluarkan keturunan dari Rahim mereka, orang yang menyembah Allah semata, tidak menyekutukan’Nya dengan sesuatu apapun.
” (Muttafaqun alaih)

Inilah jawaban Rasulullah yang menunjukan alangkah besar Cintanya kepada umatnya, meskipun umatnya justru memusuhinya dikala itu.

Dari Alam dzar (Alam arwah) kemudian kehidupan duniawi, kemudian fase Akhirat, hingga nanti di hari kiamat, hanya kegelisahan dan ketakutan yang dirasakan umat kala hari itu, ketika semua orang bahkan Para Nabi tidak sanggup memberikan Syafaat, maka orang yang terdepan membela, mengasihi, mencintai, berkorban, dan memberikan syafaat bagi seluruh umat manusia, ialah  Muhammad bin Abdillah Rusulullah Saw.

Mencintai Rasulullah Saw. Sebuah kepastian dari buah imanya seorang Mukmin.

Mencintainya Melebihi siapapun, keluarga, temen, saudara bahkan dirinya sendiri…..

Rasulullah Saw bersabda :

“لا يؤمن أحدكم حتى أكون أحب اليه من والده وولده والناس أجمعين”رواه البخاري

“Tidaklah sempurna imannya seseorang diantara kalian, hingga aku lebih dicintainya daripada orang tuanya, Anaknya dan seluruh manusia” (HR. Bukhori)

Mengenalinya lebih dekat dan memperbanyak sholawat kepadanya, obat penghantar Mahabbah Rasulullah Saw.

“Aku tidak menemukan Ahli Sholawat kecuali apa yang dia inginkan tercapai, dan keberkahan menyelimuti sendi-sendi kehidupanya” begitulah ungkapan Para Ulama dan Para Arif Billah.

Wa Allah ‘alam……..

Semoga bermanfaat

Ditulis oleh : Tiyar Firdaus

Silahkan share….!!!!!!!!

Pos terkait