Pengancam Penggal Kepala Mahfud MD Ternyata Anggota FPI

  • Whatsapp
menkopolhukam mahfud md
menkopolhukam mahfud md

Islampers.com, Jakarta

Belum lama ini, publik dihebohkan dengan ancaman penggorokan oleh sekelompok orang terhadap Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD.

Bacaan Lainnya

Menko Polhukam Mahfud MD diancam bakal digorok bila dirinya pulang ke kampungnya Pamekasan, Madura.

Atas ancaman tersebut, Polda Jawa Timur berhasil menangkap empat warga Pasuruan.

Adalah Muchammad Nawawi atau Gus Nawawi berusia 38 tahun, Abdul Hakam berusia 39 tahun, Moch Sirojuddin berusia 37 tahun, dan Samsul Hadi berusia 40 tahun, keempat orang yang ditangkap oleh pihak Kepolisian.

Sementara itu, Dirreskrimsus Polda Jatim Kombes Pol Gidion Arif Setyawan mengatakan bahwa keempat tersangka merupakan anggota organisasi kemasyarakatan (Ormas).

“Kalau secara struktur yang bersangkutan mengakui bahwa mereka anggota dari organisasi masyarakat tersebut (Front Pembela Islam, red),” kata Gidion di Mapolda Jatim, pada Minggu, 13 Desember 2020, sebagaimana dikutip Pikiran-Rakyat.com dari PMJNews.

Penggungkapan kasus tersebut bermula saat pihak Kepolisian mendapat laporan tentang konten video ancaman yang diunggah kanal YouTube Amazing Pasuruan.

Video ancaman tersebut berjudul Peringatan Keras Warga Madura Untuk Mahfud MD Karena Kurang Ajar Kepada Habib Rizieq.

Dari kasus tersebut, pihak Kepolisian mengamankan beberapa barang bukti yakni ponsel milik tersangka hingga tangkapan layar video dan bukti penyebaran video melalui grup WhatsApp.

Atas perbuatannya, keempat tersangka bakal dijerat UU RI No. 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas UU RI No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik Pasal 27 ayat (4) Jo Pasal 45 ayat (4) dan/atau Pasal 28 ayat (2) Jo Pasal 45 ayat (2) dan Pasal 14 ayat (1) UU No. 1 Tahun 1946.

Sebelumnya, pada Selasa, 1 Desember 2020 lalu, Baser sudah bergerak cepat datang ke kediaman orangtua Mahfud MD.

Hal itu setelah terjadi kediaman orang tua Menko Polhukam Mahfud MD di Pamekasan, Madura dikepung sekelompok orang.

Atas pengepungan tersebut, Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor Yaqut Cholil Qoumas menginstruksikan anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) berjaga-jaga di rumah orangtua Menko Polhukam, guna mengantisipasi hal-hal yang tak diinginkan.

Sumber: Pikiran Rakyat

Pos terkait