Banser Dikirim Kembali Bantu Logistik untuk Korban Gempa Sulawesi Barat

  • Whatsapp
banser tanggap bencana bawa logistik untuk korban gempa sulbar
banser tanggap bencana bawa logistik untuk korban gempa sulbar

ISLAMPERS.COM, MAKASSAR – Pimpinan Wilayah (PW) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Sulawesi Selatan kembali memberangkatkan sekitar 25 personil Banser Bagana (tanggap bencana) dari Sulsel untuk membantu evakuasi dan tindakan-tindakan yang diperlukan untuk membantu korban Gempa Bumi di Mamuju Sulawesi Barat. Sebelumnya pada hari sabtu 16/1/2021 GP Ansor Sulsel telah mengirim Bagana sejumlah 25 porsenil.

Pemberangkatan puluhan personel Banser Bagana ini disertai logistik sebagai wujud kepedulian GP Ansor Sulsel kepada masyarakat Sulbar yang sedang tertimpa musibah.

Bacaan Lainnya

“Tahap kedua ini kami kirim 25 porsenil Bagana berserta bantuan logistik yang ditelah dikumpul sahabat PC GP. Ansor se Suksel untuk korban gempa Sulbar” Ujar ketua PW GP Ansor Sulsel Rusdi idrus

“Sengaja kami kirim secara bertahap karena kami ingin pastikan kondisi kesehatan Anggota Bagana yang dikirim karena saat ini masih dalam pandemi covid19” Ketua PW GP Ansor Sulsel melalui pesan tertulis yang diterima redaksi Selasa (19/1/2021).

Rusdi Idrus mengungkapkan, selain tenaga Bagana Banser untuk membantu para pengungsi kami juga membantu logistik perlengkapan bayi, obat obatan serta makanan siap saji yang saat ini dibutuhkan ditenda tenda pengungsi.

“Ini hasil dari menggalang solidaritas kemanusiaan dari sahabat sahabat pc GP Ansor untuk meringankan beban korban Gempa Bumi Sulbar.” tegasnya.

personil Banser yang berada di lokasi bencana wajib menjadi solusi bagi masyarakat setempat, terutama keluarga korban. Personel ini akan dipimpin langsung kepala satuan komando wilayah Banser Sulsel Sahabat Abbas Rani

Sementara itu kepala Satuan koordinasi wilayah Satuan Barisan serba guna (Banser) Abbas Rani yang telah berada dilokasi mengungkapkan pihaknya selalu siap membantu warga yang tertimpa musibah. “Kami berkoordinasi dengan berbagai pihak dalam penanganan korban Gempa bumi Sulbar,” pungkasnya.

Diketahui, gempa Majene dan Mamuju mengakibatkan 73 orang meninggal per Minggu hari. 743 korban luka-luka dan 27.850 orang harus mengungsi pasca gempa berkekuatan 6,2 skala richter pada Jumat, 15 Januari.(*)

Pos terkait