Kiprah Srikandi GMNU Madura Bentengi Medsos NU

  • Whatsapp
Srikandi GMNU Madura
Srikandi GMNU Madura

Islampers.com – Madura

Peran teknologi di era Revolusi Industri 4.0 mengambil alih hampir sebagian besar aktivitas pola hidup masyarakat. Kemungkinan besar terdapat miliaran orang terhubung dengan gawai, demikian gampangnya mereka mengakses informasi tanpa memilah antara yang baik dan buruk, serta benar dan salah. Sehingga butuh pemahaman kepada masyarakat akan pentingnya bermedia sosial (Medsos) yang baik dan benar.

Bacaan Lainnya

 

Merespons kondisi ini, Srikandi Generasi Muda Nahdlatul Ulama (GMNU) lahir sebagai media cyber dalam membentengi gerakan anti fitnah dengan memuat perkataan ulama perempuan Madura. Juga pengurus badan otonom NU seperti Muslimat NU, Fatayat NU dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU).

Mengutip Mila Hayyi selaku admin Srikandi GMNU Madura mengautarakan bahwa di usia muda Srikandi tertanggal 13/09/2020 masih tetap menjadi tembok pengaman. Hal itu sesuai tujuan yang sudah dititahkan sejak 3 tahun lalu.

 

Nama srikandi dijadikan sebuah ikon dikarenakan terinspirasi dari retorika dakwah Walisongo dalam menyebarkan agama Islam di Indonesia melalui kearifan lokal.

 

“Srikandi diambil dari nama tokoh wayang ‘Srikandi’, sosok tokoh yang pandai dan pemberani. Jadi, nama srikandi dicantumkan sebagai wujud mempertahankan kearifan lokal Indonesia,” katanya, Senin (08/03/2021).

 

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa komunitas Srikandi ini bergerak di bidang agama dan sosial sebagai komunitas dakwah. Juga memberikan informasi seputar pengamalan ibadah, meluruskan hoaks dan fitnah demi terwujudnya khaira umah.

Sebagai wujud nyata, kini terdapat kajian-kajian di media sosial tidak hanya diisi kiai-kyai saja. Melainkan terdapat kajian yang juga diisi oleh ibu nyai di Madura.

 

“Dikarenakan Srikandi GMNU ini hadir untuk memperkokoh silaturahim agar tetap semangat untuk jihad Medsos,” terangnya.

 

Perempuan yang akrab dikenal dengan Neng Mila ini berharap adanya srikandi bisa memberi pelajaran kepada masyarakat. Hal itu untuk menjadi pembaca yang bijak dan penonton yang kreatif, sehingga tercipta energi postif.

 

“Tengoklah sesuai koridor agama dan tetap mengaji pada guru-guru NU. Srikandi akan menjadi tangguh abad masa kini, mengabdi tanpa tapi untuk NU dan NKRI,” pungkasnya.

Sumber nuonlinejatim

Pos terkait