FITNAH! Gus Mus Tidak Pernah Menulis Surat Terbuka Untuk Warga Keturunan Arab

  • Whatsapp
Tangkapan Layar Gambar Hoax Quotes Catut Gus Mus
Tangkapan Layar Gambar Hoax Quotes Catut Gus Mus

Islampers.com – Jawa Tengah Sebuah poster yang berisi foto pengasuh Pondok Pesantren Raidlatut Thalibin, Rembang, Jawa Tengah, Kiai Haji Mustofa Bisri atau Gus Mus yang disertai dengan kutipan yang menyerang warga keturunan Arab beredar di media sosial. Kutipan itu berisi peringatan agar warga keturunan Arab tidak mengklaim sebagai pihak yang pertama mengajarkan Islam di Indonesia, karena ada Wali Songo yang telah lebih dulu membimbing umat Islam di Indonesia.

Tangkapan Layar Gambar Hoax Quotes Catut Gus Mus
Tangkapan Layar Gambar Hoax Quotes Catut Gus Mus

Berikut isi kutipan dalam poster tersebut:

Bacaan Lainnya

“Jadi warga keturunan Arab, jangan klaim bahwa kalianlah yg pertama mengajari kami berislam, karena ada Wali Songo yang telah lebih dulu membimbing kami, bahkan 3 diantaranya dari Cina. Biarkan kami beragama Islam melakukan hablumminallah dan hablumminnas dengan cerdas, bukan teriak takbir, tapi kelakuan kafir.

Kami akan ikuti akhlak Rasulullah sebagai pedagang yang menghidupi jutaan manusia. Itulah yang dilakukan orang Cina. Jangan tularkan kepada kami kebiasaan perang, biarkan kami terbiasa menjadi pedagang, tetapi bukan dagangan agama, menjual surga.”

Di Facebook, poster tersebut diunggah salah satunya oleh akun Gendeng War Slawer, tepatnya pada 3 Desember 2020. Hingga artikel ini dimuat, unggahan akun tersebut telah mendapatkan 33 reaksi dan 48 komentar serta dibagikan sebanyak 96 kali.

PEMERIKSAAN FAKTA

Untuk memverifikasi klaim di atas, Tim CekFakta Tempo menelusuri sumber kutipan tersebut dengan memasukkan kata kunci “Gus Mus kritik warga keturunan Arab” di mesin perambah Google. Hasilnya, ditemukan bahwa kutipan itu bukan bersumber dari Gus Mus.

Pada 1 Desember 2020, lewat akun Instagram-nya, @s.kakung, Gus Mus telah mengklarifikasi kutipan yang mencatut namanya tersebut. Dalam unggahannya, Gus Mus mencantumkan tautan yang mengarah pada sebuah tulisan panjang di Facebook yang menjadi sumber dari kutipan yang mencatut namanya itu.

Tulisan ini berupa surat terbuka bagi warga keturunan Arab di Indonesia. Surat tersebut ditulis di Sidoarjo, Jawa Timur, dan diunggah oleh akun Facebook Iyyas Subiakto pada 19 November 2020. Namun, surat itu sama sekali tidak menyebut nama Gus Mus.

Dalam unggahannya di Instagram, Gus Mus pun menulis sebagai berikut:

“Banyak orang yang kalau menemu atau mendapatkan sesuatu (dari WA atau medsos) yang ‘menarik hati’nya, langsung dishare, tanpa tabayyun kepada yang mengiriminya.

Aku sendiri (dan anak-anakku) capek mengklarifikasi bila ada tulisan atau ujaran yang mengatasnamakan diriku. Kecuali mereka yang sudah hafal ‘bahasa’ku, banyak yang justru tabayyun menanyakan kepadaku atau anak-anakku. Kok tidak sejak awal bertanya atau tabayun kepada yang mengirim atau pihak dari mana mereka mendapatkannya.

Seperti baru-baru ini, aku kebanjiran pertanyaan tentang adanya ‘surat’ yang ‘ditandatangani oleh KH. MUSTOFA BISRI’ yang ternyata itu bermula dari postingan orang Sidoarjo di Facebook. Lalu entah dengan alasan apa, ada yang mencantumkan namaku disitu (dan kelupaan menghapus tulisan Sidoarjo-nya).”

Putri Gus Mus, Ienas Tsuroiya, juga telah mengklarifikasi kutipan tentang warga keturunan Arab tersebut. Dilansir dari Suara.com, dalam sebuah utas yang diunggah pada 1 Desember 2020, Ienas bercerita bahwa sebuah tulisan berjudul “Saudaraku Keturunan Arab” ramai beredar di grup-grup pesan singkat. Tulisan itu ditutup dengan tulisan “Sidoarjo, 19 November 2020” dan nama Gus Mus.

Ienas menegaskan bahwa tulisan itu bukan tulisan Gus Mus. Menurut dia, gaya penulisan dan bahasa yang digunakan dalam tulisan tersebut sangat berbeda dengan tulisan Gus Mus. “Dari segi penulisan, gaya bahasa, dan seterusnya, sudah jelas sekali itu BUKAN tulisan Abah. Ditambah di bagian penutup ada keterangan ‘Sidoarjo, 19 Nov 2020’. Entah siapa yang kemudian menambahkan kata: Gus Mus,” katanya.

Ienas berpesan, jika menemukan pesan di grup-grup pesan singkat yang mengatasnamakan Gus Mus dan dibumbui dengan kata “Viralkan!” atau “Sebarkan!”, masyarakat perlu menginformasikan kepada penyebar pesan tersebut bahwa pesan itu bukan tulisan Gus Mus. Ia juga meminta agar pesan-pesan semacam itu berhenti disebarkan dan tidak membawa-bawa nama Gus Mus.

Terakhir, Ienas mengingatkan bahwa Gus Mus memiliki media sosial yang dikelola secara mandiri. Selain itu, ada platform lainnya yang dikelola oleh anak-anak Gus Mus, yakni akun YouTube Gusmus Channel dan Mata Air Radio. Jika tulisan yang beredar tidak memiliki logo lembaga-lembaga itu, kata Ienas, bisa dipastikan bahwa tulisan itu palsu.

KESIMPULAN

Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, klaim bahwa poster dengan kutipan yang berisi peringatan bagi warga keturunan Arab di Indonesia di atas bersumber dari Gus Mus, keliru. Kutipan tersebut bersumber dari sebuah tulisan panjang yang pernah diunggah oleh akun Facebook Iyyas Subiakto pada 19 November 2020. Gus Mus dan putrinya, Ienas Tsuroiya, pun telah menyatakan bahwa tulisan itu bukan tulisan Gus Mus.

Pos terkait