Terbukti Mengulangi Pelanggaran Hukum Kepolisian Diminta Tegas Tahan Gus Idris

  • Whatsapp
Ketua LPBH NU Kabupaten Malang, Ach. Hussairi, SH., bersama tim. Foto: Dokumen pokokberita.com
Ketua LPBH NU Kabupaten Malang, Ach. Hussairi, SH., bersama tim. Foto: Dokumen pokokberita.com

Islampers.com – Malang
Hujatan terhadap konten video dugaan pornografi yang diunggah oleh Youtuber M Idrisul Marbawi alias Gus Idris terus mengalir.

Pasalnya, meskipun konten video yang berjudul ‘Azab Berzina Pasangan Ini Gancet’ tersebut bertujuan dakwah, namun visual yang menampakkan dua sejoli saling tindih di atas kasur itu dianggap telah melanggar hukum.

Bacaan Lainnya

Tak heran jika kemudian Lembaga Penyuluhan dan Bantuan Hukum Nahdlatul Ulama (LPBH NU) Kabupaten Malang pun turut angkat bicara, Kamis (9/9/2021).

Dikutip Islampers dari pokokberita.com Dalam hal ini, Ketua LPBH NU Achmad Hussairi, SH., berpendapat konten video Gus Idris itu telah melanggar Pasal 27 ayat 1 Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

“Jangankan video yang jelas menampilkan orang sedang berbuat asusila, gambar ilustrasi pun kalau mengarah ke pornografi juga dianggap melanggar hukum,” ungkap Hussairi.

Apalagi, lanjut pria asal Kecamatan Pagak ini, video tersebut tampaknya dibuat untuk tujuan dakwah Islam. Tentu saja tidak elok apabila mengandung unsur pornografi.

“Kami sebagai bagian dari NU menganggap video itu tidak pantas digunakan sebagai sarana dakwah Islam,” tuturnya.

Lantas, ia berharap aparat kepolisian segera melakukan Tindakan tegas atas perbuatan yang telah dilakukan oleh Gus Idris dan timnya.

“Dia kan statusnya saat ini sebagai tersangka atas kasus sebelumnya. Seharusnya tanpa adanya laporan pun kepolisian bisa menindak, karena yang bersangkutan terbukti sudah mengulangi perbuatan melanggar hukum,” tegasnya.

Jika mau tegas dalam menindak pelanggaran untuk kasus yang terakhir ini, papar Hussairi, Gus Idris bisa terancam hukuman 6 hingga 12 tahun penjara.

Untuk diketahui, hingga berita ini ditulis konten video tersebut sudah ditonton sebanyak 996 ribu kali.

Sebelumnya, beberapa waktu lalu Gus Idris juga pernah terlibat kasus hoaks akibat mempublikasikan konten video yang seolah-olah ia tertembak senjata api dalam kanal akun Youtub miliknya. Padahal, berdasarkan penyelidikan polisi terbukti penembakan itu tidak benar alias hoaks.

Atas kasus tersebut Gus Idris ditetapkan sebagai tersangka dengan tuduhan pelanggaran UU ITE. Namun, polisi tidak melakukan penahanan dengan alasan Gus Idris kooperatif atas penyelidikan polisi. Sekaligus karena alasan ia merupakan tulang punggung pondok pesantren Thoriqul Jannah yang berlokasi di Kecamatan Ngajum, Kabupaten Malang.

Pos terkait